Rokan Hulu || polhukrim.com
Warga Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) geger, terkait penemuan mayat anak laki-laki berusia 6 (tahun) di Areal PT Torganda Rantau Kasai, Desa Tambusai Utara, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rohul, Senin (9/05/2022).
Menurut keterangan ayah korban Sokhili Zega (32 th), pada hari Minggu sekitar pukul 14.30.00 WIB Sore, mereka sekeluarga beristirahat. Namun sebelumnya, ia sempat meminta telepon genggam di tangan anaknya laki-laki itu, kemudian menutup pintu lalu istirahat.
Setelah terbangun, ia dan keluarganya sadar karena salah seorang anaknya tidak ditemukan di rumah. Kemudian mereka mencari anaknya di sekeliling rumah, namun tidak tetap saja tidak ditemukan.
Mengetahui anaknya tidak berada dirumah, kemudian orang tua korban mengambil Sepeda Motor (SPM) lalu melakukan pencarian di sekeliling Afdeling (AFD) XII Torganda Rantau Kasai.
Kemudian di bantu oleh warga sekitar untuk melakukan pencarian hingga malam, namun sampai Senin (9/5/2022) pagi tidak kunjung di temukan keberadaannya.
Selanjutnya, Keluarga bersama warga lainnya terus melakukan pencarian, hingga Pukul 12.00 WIB siang, Spontan Ayah korban Sokhili Zega kaget menemukan anaknya di dalam parit dengan posisi terlentang dengan kondisi tidak bernyawa di dalam parit tersebut sedalam 50 cm.
Mengetahui hal itu, Warga segera melaporkan kepada pimpinan perusahaan, dan diteruskan kepada pihak Polsek Tambusai Utara.
Mendapat informasi dari Warga, Pihak Kepolisian Resort Tambusai Utara, dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Tambusai Utara Aipda Andi Supriyadi beserta anggotanya Aipda Abed Manullang, Aipda Ridwan, Bripda Sandy dan Bhabinkamtibmas Desa Tambusai Utara, Diky Permadi SH, seterusnya langsung melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kemudian korban di bawa ke Puskesmas Tambusai Utara, untuk dilakukan Visum, guna mengetahui penyebab kematian korban.
Sementara itu, Yarman Ziliwu (32 th) Penatua di AFD XII Torganda Rantau Kasai Desa Tambusai Utara, berharap agar pihak kepolisian secepatnya mengungkap penyebab kematian korban.
"Pihak kelurga merasa curiga korban kedalam air di parit, keluarga tidak yakin anak usia 6 (th) bisa tenggelam di kedalam air parit tersebut, "Paparnya.
Penulis : (Irwan efendi hasibuan)




