Mandailing Natal || polhukrim.com
Delapan orang warga Desa sibanggor julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit akibat terpapar Gas Beracun yang diduga berasal dari Welpad T PT.Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal.Jum'at(16/9/22).
Delapan korban yang terpapar Gas Beracun dirawat di 2 tempat rumah sakit di panyabungan, 4 orang dilarikan ke RSUD Panyabungan Sedangkan 4 orang lagi di larikan ke RS Permata Madina Panyabungan. Begitu mendengar informasi adanya korban yang terpapar diduga akibat Gas Beracun H2S,Ketua Relawan Kesehatan (REKAN) Indonesia Kabupaten Mandailing Natal Mulyadi PJ langsung turun meninjau para korban di RSUD Panyabungan dan RS Permata Madina serta mendampingi para korban sampai mendapatkan penanganan dari tim dokter.
Kepada tim dokter yang dinas pada malam itu Mulyadi menyampaikan agar para korban ditangani dengan sebaik-baiknya dan serta berharaf semua akan baik-baik saja.
" Tolong diperiksa dan ditangani dengan baik ya dokter,mudah-mudahan semuanya cepat sembuh dan harus tetap semangat"Ucap Mulyadi.
Salah satu korban (Humaidi Nst) 25 tahun yang ditemui oleh Ketua Relawan Kesehatan (REKAN) Indonesia menerangkan awal kejadiannya bermula selepas maghrib ia mencium adanya bau belerang disaat ia dan kawan-kawannya sedang berada di salah satu warung kopi di Desa Sibanggor Julu. Tak lama kemudian setelah mencium bau belerang tersebut ia merasakan sesak dan badan lemas,kemudian seorang kawannya memberikan ia minum susu beruang dengan maksud sebagai penawar gas beracun untuk pertolongan pertama.
Baru saja meminum sedikit susu beruang tersebut Humaidi Muntah-muntah sehingga warga yang masih dalam keadaan sehat segera melarikannya ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan Medis.
Mulyadi berharaf semoga tidak ada lagi korban susulan, dan para korban yang sudah mendapatkan penanganan Medis semoga cepat sembuh agar kembali berkumpul dengan keluarga di rumah serta berharaf kepada Pemda Madina dapat mengatasi permasalahan SMGP yang kerap kali membuat masyarakat Khususnya Desa Terdekat dengan Lokasi Pengeboran menjadi korban Gas H2S.
"Mudah-Mudahan saja tidak ada lagi jatuhnya korban,dan yang sudah mendapatkan penanganan dari pihak medis yang saat ini masih dirawat semoga cepat sembuh agar kembali berkumpul dengan keluarga di rumah"Ucap Mulyadi.
Ia juga menambahkan"Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal Kami Mohonkan Tolonglah benar-benar di selesaikan permasalahan seputar SMGP ini,sudah berapa kali masyarakat menjadi korban akibat Gas Beracun dari Welpad T SMGP. Haruskah semua masyarakat tumbang dulu baru ada tindakan? Jika SMGP tidak mampu melindungi masyarakat dari Gas Beracun yang ditimbulkan oleh perusahaan mereka mengapa tidak ditutup saja perusahaan itu"Pungkas Ketua Rekan Indonesia Kab.Madina.
Nama-Nama Korban yang saat ini dirawat di Rumah Sakit :
Korban yang dirawat di RSUD Panyabungan : 1. Yusri (20) tahun 2. Alpin (10) tahun 3. Parwis (40) tahun 4. Habibah (62) tahun
Korban yang dirawat di RS Permata Madina : 1. Hasmar (34) tahun 2. Humaidi (25) tahun 3. Sangkot Nst (48) tahun 4. Nasaruddin (65) tahun
Sampai berita ini dinaikkan jumlah korban yang terdata sudah mendapatkan penanganan Medis di rumah sakit sebanyak delapan orang. (MJ).
Delapan orang warga Desa sibanggor julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit akibat terpapar Gas Beracun yang diduga berasal dari Welpad T PT.Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal.Jum'at(16/9/22).
Delapan korban yang terpapar Gas Beracun dirawat di 2 tempat rumah sakit di panyabungan, 4 orang dilarikan ke RSUD Panyabungan Sedangkan 4 orang lagi di larikan ke RS Permata Madina Panyabungan. Begitu mendengar informasi adanya korban yang terpapar diduga akibat Gas Beracun H2S,Ketua Relawan Kesehatan (REKAN) Indonesia Kabupaten Mandailing Natal Mulyadi PJ langsung turun meninjau para korban di RSUD Panyabungan dan RS Permata Madina serta mendampingi para korban sampai mendapatkan penanganan dari tim dokter.
Kepada tim dokter yang dinas pada malam itu Mulyadi menyampaikan agar para korban ditangani dengan sebaik-baiknya dan serta berharaf semua akan baik-baik saja.
" Tolong diperiksa dan ditangani dengan baik ya dokter,mudah-mudahan semuanya cepat sembuh dan harus tetap semangat"Ucap Mulyadi.
Salah satu korban (Humaidi Nst) 25 tahun yang ditemui oleh Ketua Relawan Kesehatan (REKAN) Indonesia menerangkan awal kejadiannya bermula selepas maghrib ia mencium adanya bau belerang disaat ia dan kawan-kawannya sedang berada di salah satu warung kopi di Desa Sibanggor Julu. Tak lama kemudian setelah mencium bau belerang tersebut ia merasakan sesak dan badan lemas,kemudian seorang kawannya memberikan ia minum susu beruang dengan maksud sebagai penawar gas beracun untuk pertolongan pertama.
Baru saja meminum sedikit susu beruang tersebut Humaidi Muntah-muntah sehingga warga yang masih dalam keadaan sehat segera melarikannya ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan Medis.
Mulyadi berharaf semoga tidak ada lagi korban susulan, dan para korban yang sudah mendapatkan penanganan Medis semoga cepat sembuh agar kembali berkumpul dengan keluarga di rumah serta berharaf kepada Pemda Madina dapat mengatasi permasalahan SMGP yang kerap kali membuat masyarakat Khususnya Desa Terdekat dengan Lokasi Pengeboran menjadi korban Gas H2S.
"Mudah-Mudahan saja tidak ada lagi jatuhnya korban,dan yang sudah mendapatkan penanganan dari pihak medis yang saat ini masih dirawat semoga cepat sembuh agar kembali berkumpul dengan keluarga di rumah"Ucap Mulyadi.
Ia juga menambahkan"Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal Kami Mohonkan Tolonglah benar-benar di selesaikan permasalahan seputar SMGP ini,sudah berapa kali masyarakat menjadi korban akibat Gas Beracun dari Welpad T SMGP. Haruskah semua masyarakat tumbang dulu baru ada tindakan? Jika SMGP tidak mampu melindungi masyarakat dari Gas Beracun yang ditimbulkan oleh perusahaan mereka mengapa tidak ditutup saja perusahaan itu"Pungkas Ketua Rekan Indonesia Kab.Madina.
Nama-Nama Korban yang saat ini dirawat di Rumah Sakit :
Korban yang dirawat di RSUD Panyabungan : 1. Yusri (20) tahun 2. Alpin (10) tahun 3. Parwis (40) tahun 4. Habibah (62) tahun
Korban yang dirawat di RS Permata Madina : 1. Hasmar (34) tahun 2. Humaidi (25) tahun 3. Sangkot Nst (48) tahun 4. Nasaruddin (65) tahun
Sampai berita ini dinaikkan jumlah korban yang terdata sudah mendapatkan penanganan Medis di rumah sakit sebanyak delapan orang. (MJ).






