Mandailing Natal || polhukrim.com
Sejak Sakit, Aku Hanya Bisa Belajar Membaca Lewat Tablet, Tapi Sekarang Tabletku Rusak, Sakitkupun Tak Kunjung Sembuh. Bocah mungil penderita penyakit kulit 'Mhd Rayhan Lubis warga desa Kampung Padang Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Hanya bisa pasrah dengan segala kondisi dan keadaan yang menimpa kehidupannya.
Selama ini ia menanggung derita karena sebuah penyakit kulit yang menyerang dirinya sejak usia 4 (empat) hari sampai saat ini ia sudah mencapai usia 9 (sembilan) tahun.(20/11/22).
Sejak penyakit tersebut menyelimuti tubuhnya, kondisi Rayhan jauh berbeda dari kawan-kawannya yang seusia dengannya.
Banyak kawan seusianya sudah menduduki bangku sekolah, namun akibat kondisi yang dialaminya ia terpaksa menelan pahit keinginan untuk sekolah dan bermain bersama teman-temannya.
"Sehat jolo au udak so sikola au" ucap Rayhan saat ditanya awak media polhukrim. Yang artinya "Sehat dulu aku udak biar bisa aku sekolah"kata Rayhan.
Terlihat sang ibunda Rayhan 'Gustina menahan tangis karena sedih mendengar ucapan sang anak yang begitu tegar menahan sakit ditubuhnya karena berharap masih bisa sembuh dari sakitnya.
Demi bisa belajar walaupun berbeda dengan kawan sebayanya, Rayhan selama ini hanya bisa belajar mengetahui huruf dan angka melalui sebuah tablet merk Advan pemberian dari seorang dermawan sekitar 3 (tahun) yang lalu.
Melalui tablet merk Advan itulah Rayhan belajar membaca dan berhitung dan juga Tablet itulah selama ini yang menjadi teman buat Rayhan untuk melalui hari-harinya dalam kondisi penyakit yang ia alami.
Namun, tablet itu sudah rusak, sudah dicoba dibawa ke service hp tapi tak bisa diperbaiki lagi.sementara ayah dan ibu rayhan tidak mampu untuk membelikan tablet untuknya karena untuk makan sehari-hari pun masih susah.
Rayhan menangis dihadapan awak media polhukrim sambil menunjukkan Tablet miliknya yang rusak.
"Ngadong be donganku udak, madung sega ma hp ku, inda bisa au be mambaca dot mar game be udak,epeng ni ayakku pe inda dong pature na udak"kata rayhan sambil menunjukkan tablet miliknya.'artinya "tak ada lagi kawanku udak, sudah rusak hp ku, gak bisa lagi aku belajar membaca sama main game lagi, duit ayahkupun gak ada memperbaikinya udak"kata rayhan.
Andai saja tablet itu tidak rusak,mungkin rayhan akan jauh lebih bersemangat melalui kehidupan ini dalam kondisi penyakit yang sedang ia hadapi.
Setidaknya ia bisa terlupa dengan rasa sakit ditubuhnya apabila ia memainkan tabletnya.
Tapi apalah daya, orangtuapun tak dapat berkata apa-apa, hanya bisa pasrah dan berharap semoga masih banyak para dermawan diluar sana yang terketuk hatinya untuk membantu meringankan beban keluarga ini termasuk Rayhan seorang bocah yang sedang mengalami penyakit kulit sejak usia 4 hari sampai usianya saat ini beranjak 9 tahun.
Ketua Umum LSM MITRA Alaiaro Nduru SH Meminta Bupati Mandailing Natal Melalui Dinas Sosial agar dapat peduli dengan anak-anak terlantar sesuai amanah UUD 1945 pasal 34 ayat 1 & 2 yakni: 1) Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. (2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan, ungkapnya kepada wartawan.(MJ)




