Mandailing Natal || polhukrim.com
Tangisan pilu seorang bocah menahan sakit yang ia derita sejak usia 4 (empat) hari hingga ia berusia 9 (sembilan) tahun saat ini dengan penyakit kulit yang tak kunjung sembuh semakin membuat kita prihatin.
Diagnosa dokter sesuai hasil LAB dari sampel darah Rayhan yang diambil sewaktu ia dirawat di RSUD Panyabungan atas bantuan pemerintah daerah tidak ditemukan jenis penyakit yang bersarang ditubuhnya,namun semakin hari terlihat tubuh itu semakin parah dengan luka dan gatal disekujur tubuh.
Saat ditemui,Rayhan dan ibunda (Gustina) hanya bisa menangis,seakan sudah pasrah dengan keadaan.
"Semoga anakku bisa sembuh,tapi aku cuma bisa berdoa, karena untuk berobat kami tidak ada biaya"ucap ibu rayhan sedih. Rayhan saat disapa hanya bisa menangis dengan sesekali terdengar ia bicara,
"Sakiit..sambil menggaruk garuk tubuhnya."
Sabaruddin seorang ayah yang pekerjaan sehari-hari hanya berjualan yang penghasilannya hanya cukup buat makan.
"Saya selalu berharap kiranya masih ada orang yang berhati mulia yang dapat membantu biaya pengobatan anak saya dan saya selalu berdoa dan berharap semoga anak saya cepat sembuh"ucap ayah rayhan.
Penyakit kulit yang dirasakan oleh Mhd Rayhan Lubis seakan akan telah menghabisi kulitnya, mulai dari rambut sampai ujung kaki terlihat kulit itu berair dan berdarah serta tubuh rayhan pun terlihat semakin kurus akibat kurang asupan Gizi dan Vitamin ditambah lagi selera makan yang berkurang akibat setiap waktu menahan sakit disekujur tubuh.
Semoga masih ada dermawan diluar sana yang berhati baik dan mulia yang bersedia memberikan sedikit hartanya untuk biaya pengobatan Rayhan dengan harapan semoga Rayhan bisa berobat ke Rumah Sakit yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit Rayhan.(MJ).
Tangisan pilu seorang bocah menahan sakit yang ia derita sejak usia 4 (empat) hari hingga ia berusia 9 (sembilan) tahun saat ini dengan penyakit kulit yang tak kunjung sembuh semakin membuat kita prihatin.
Diagnosa dokter sesuai hasil LAB dari sampel darah Rayhan yang diambil sewaktu ia dirawat di RSUD Panyabungan atas bantuan pemerintah daerah tidak ditemukan jenis penyakit yang bersarang ditubuhnya,namun semakin hari terlihat tubuh itu semakin parah dengan luka dan gatal disekujur tubuh.
Saat ditemui,Rayhan dan ibunda (Gustina) hanya bisa menangis,seakan sudah pasrah dengan keadaan.
"Semoga anakku bisa sembuh,tapi aku cuma bisa berdoa, karena untuk berobat kami tidak ada biaya"ucap ibu rayhan sedih. Rayhan saat disapa hanya bisa menangis dengan sesekali terdengar ia bicara,
"Sakiit..sambil menggaruk garuk tubuhnya."
Sabaruddin seorang ayah yang pekerjaan sehari-hari hanya berjualan yang penghasilannya hanya cukup buat makan.
"Saya selalu berharap kiranya masih ada orang yang berhati mulia yang dapat membantu biaya pengobatan anak saya dan saya selalu berdoa dan berharap semoga anak saya cepat sembuh"ucap ayah rayhan.
Penyakit kulit yang dirasakan oleh Mhd Rayhan Lubis seakan akan telah menghabisi kulitnya, mulai dari rambut sampai ujung kaki terlihat kulit itu berair dan berdarah serta tubuh rayhan pun terlihat semakin kurus akibat kurang asupan Gizi dan Vitamin ditambah lagi selera makan yang berkurang akibat setiap waktu menahan sakit disekujur tubuh.
Semoga masih ada dermawan diluar sana yang berhati baik dan mulia yang bersedia memberikan sedikit hartanya untuk biaya pengobatan Rayhan dengan harapan semoga Rayhan bisa berobat ke Rumah Sakit yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit Rayhan.(MJ).





