Mandailing Natal || polhukrim.com
Musibah datangnya memang tidak disangka tapi di dalam pemerintahan yang maju biasanya ada mitigasi resiko bencana sehingga ketika terjadi musibah seperti kebakaran telah ada kesiapan menghadapinya begitu juga dengan musibah longsor atau banjir di musim hujan.
Dalam satu bulan ini terjadi empat titik kebakaran di Madina, pertama Sinunukan lalu Hutabargot disusul oleh Bukit Malintang dan malam Sabtu kemarin terjadi di Simangambat Siabu. Semuanya mengakibatkan ludesnya bangunan rumah rata dengan tanah dampak dari kebakaran tersebut.
Dalam kunjungannya ke bekas rumah Syamsuardi Rangkuti, korban kebakaran di Lingkungan I Simangambat, Sabtu 11 Maret 2023, Tan Gozali, Presiden Ikatan Pemuda Mandailing mempertanyakan Dinas Pemadam Kebakaran.
"Mengapa dalam empat kejadian itu Dinas pemadam kebakaran selalu datangnya terlambat? Misalnya lokasi kebakaran di Simangambat hanya kurang lebih lima kilometer dari Siabu, tempat mobil pemadam kebakaran berada", katanya dengan nada jengkel.
Menurut Tan Gozali, seharusnya dinas pemadam kebakaran jauh sebelumnya sudah mengantisipasi hal yang demikian karena sudah mulai memasuki musim kemarau. Dan seharusnya wargapun sudah diberi penyuluhan untuk tanggap kebakaran. Tan Gozali berharap APBD Madina yang mencapai 1,6 Trilium rupiah benar-benar dikelola dengan baik termasuk untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
Mantan Ketua KNPI Madina menyerukan pemkab Madina, Baznas Madina, serta masyarakat sama-sama berbuat untuk membantu korban kebakaran di Simangambat.
Ironisnya Becak kaisar 30 juta, Tangki air 500ltr 2 juta Pompa/alat dor smeer 3 juta, selang - selang + nozel + baju pemadam 5 juta berarti semuanya 40 juta yang dialokasikan dari dana desa 4 tahun yang lewat tidak pernah nampak lagi di desa padahal itu dimamfaatkan untuk masyarakat bukan kepala desa.
Ditanya bagaimana korban kebakaran di Simangambat, menurut Tan Gozali kondisnya sangat menyedihkan. Semua ludes, termasuk dokumen kependudukan, surat nikah, dukumen piagam sebagai Ketua Kelompok Tani serta ijazah.
"Ayo sama-sama kita bantu pembangunan kembali rumah Pak Syamsuardi", pungkasnya.(MJ)
Musibah datangnya memang tidak disangka tapi di dalam pemerintahan yang maju biasanya ada mitigasi resiko bencana sehingga ketika terjadi musibah seperti kebakaran telah ada kesiapan menghadapinya begitu juga dengan musibah longsor atau banjir di musim hujan.
Dalam satu bulan ini terjadi empat titik kebakaran di Madina, pertama Sinunukan lalu Hutabargot disusul oleh Bukit Malintang dan malam Sabtu kemarin terjadi di Simangambat Siabu. Semuanya mengakibatkan ludesnya bangunan rumah rata dengan tanah dampak dari kebakaran tersebut.
Dalam kunjungannya ke bekas rumah Syamsuardi Rangkuti, korban kebakaran di Lingkungan I Simangambat, Sabtu 11 Maret 2023, Tan Gozali, Presiden Ikatan Pemuda Mandailing mempertanyakan Dinas Pemadam Kebakaran.
"Mengapa dalam empat kejadian itu Dinas pemadam kebakaran selalu datangnya terlambat? Misalnya lokasi kebakaran di Simangambat hanya kurang lebih lima kilometer dari Siabu, tempat mobil pemadam kebakaran berada", katanya dengan nada jengkel.
Menurut Tan Gozali, seharusnya dinas pemadam kebakaran jauh sebelumnya sudah mengantisipasi hal yang demikian karena sudah mulai memasuki musim kemarau. Dan seharusnya wargapun sudah diberi penyuluhan untuk tanggap kebakaran. Tan Gozali berharap APBD Madina yang mencapai 1,6 Trilium rupiah benar-benar dikelola dengan baik termasuk untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
Mantan Ketua KNPI Madina menyerukan pemkab Madina, Baznas Madina, serta masyarakat sama-sama berbuat untuk membantu korban kebakaran di Simangambat.
Ironisnya Becak kaisar 30 juta, Tangki air 500ltr 2 juta Pompa/alat dor smeer 3 juta, selang - selang + nozel + baju pemadam 5 juta berarti semuanya 40 juta yang dialokasikan dari dana desa 4 tahun yang lewat tidak pernah nampak lagi di desa padahal itu dimamfaatkan untuk masyarakat bukan kepala desa.
Ditanya bagaimana korban kebakaran di Simangambat, menurut Tan Gozali kondisnya sangat menyedihkan. Semua ludes, termasuk dokumen kependudukan, surat nikah, dukumen piagam sebagai Ketua Kelompok Tani serta ijazah.
"Ayo sama-sama kita bantu pembangunan kembali rumah Pak Syamsuardi", pungkasnya.(MJ)




