Mandailing Natal || polhukrim.com
Awalnya masyarakat dari desa yang berada di paling ujung kecamatan tambangan mulai merasakan kemerdekaan yang sebenarnya karena akses jalan umum yang menjadi penghubung beberapa desa di wilayah mereka sudah dibangun dan di aspal sehingga memudahkan bagi warga dari beberapa desa termasuk Desa panjaringan, Desa Rao-Rao Dolok, Desa Rao-Rao Lombang untuk membawa hasil panen mereka ke pasar dan sejak jalan tersebut di aspal mereka mengaku perekonomian rakyat di daerah tersebutpun meningkat.
Namun kegembiraan warga itu kembali menghilang dan saat ini mereka merasakan kecemasan yang begitu besar karena jalan yang baru 4 (empat) bulan lalu di aspal tepatnya di Desa Rao-Rao dolok sudah mengalami keretakan akibat pinggir jalan sebelah sungai tidak dipasang bronjong penahan air sehingga mengakibatkan tanah timbunan dipinggir sungai diterjang air yang akhirnya mengalami longsor dan memakan jalan yang baru saja di aspal.
Apabila tidak segera diperbaiki dan dipasang bronjong maka dikhawatirkan akses jalan menuju tiga Desa paling ujung di kecamatan tambangan akan putus total.
Kepala Desa Rao-Rao lombang "syaiful" saat diwawancara oleh awak media dilokasi rusaknya jalan tersebut mengatakan bahwa kejadian rusaknya jalan penghubung di Desa nya sudah disampaikan kepada pihak PUPR Madina dan meminta agar jalan rusak tersebut segera diperbaiki, namun ia mengatakan sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.
"Sekitar sebulan lalu saya sudah menyampaikan adanya kerusakan jalan yang baru dibangun ini kepada Pihak PUPR Madina dan meminta kepada mereka agar segera diperbaiki karena saya khawatir jika sekali saja hujan deras turun di Desa kami maka jalan ini akan putus total", ungkap Kades.
Namun, sejak saya menyampaikan kondisi jalan ini ke PUPR hingga saat ini saya tidak melihat adanya tanda-tanda akan diperbaiki"tambahnya.
Salah satu warga dari desa rao-rao dolok "Ali Imron Siregar" juga mengaku sangat menyayangkan kinerja dari pihak perusahaan yang bertanggung jawab atas perbaikan jalan itu karena ia menilai cara kerja yang dilakukan oleh kontraktor jalan tersebut terkesan asal-asalan.
"Mereka tau itu pas dipinggir sungai dan mereka melihat sendiri, tak mungkin mereka tidak memperhitungkan akibatnya tanpa dibuat bronjong penahan air maka jalan tidak akan bertahan lama karena akan berakibat mudah longsor"ucapnya.
Sejumlah awak media yang tergabung dalam grup Media Madina Bersatu dan Bersahabat mencoba melakukan konfirmasi dengan mendatangi Kantor Dinas PU Madina untuk menyampaikan hal tersebut kepada Kadis PU "Elvi namun tak tidak berada ditempat, kemudian awak media menghubungi via chatt WhatsApp namun tidak dibalas.(15/6/23).
Tidak sampai disitu usaha wartawan untuk menyampaikan kondisi kerusakan jalan tersebut, setelah pagi tidak bertemu, di chatt Via WhatsApp tidak membalas, kembali siangnya awak media mendatangi Kantor Dinas PU namun tak jua yang dijumpai berada di tempat, kemudian dicoba menelpon via WhatsApp namun Kadis PU tidak juga mengangkat.
Masyarakat pengguna jalan tersebut khususnya 3 (tiga) desa paling ujung kecamatan tambangan meminta agar pihak PUPR Madina segera turun meninjau kondisi jalan rusak yang menjadi akses penghubung kedesa mereka serta masyarakat meminta perbaikan jalan tersebut segera dilakukan sebelum putus total.(MJ)
Awalnya masyarakat dari desa yang berada di paling ujung kecamatan tambangan mulai merasakan kemerdekaan yang sebenarnya karena akses jalan umum yang menjadi penghubung beberapa desa di wilayah mereka sudah dibangun dan di aspal sehingga memudahkan bagi warga dari beberapa desa termasuk Desa panjaringan, Desa Rao-Rao Dolok, Desa Rao-Rao Lombang untuk membawa hasil panen mereka ke pasar dan sejak jalan tersebut di aspal mereka mengaku perekonomian rakyat di daerah tersebutpun meningkat.
Namun kegembiraan warga itu kembali menghilang dan saat ini mereka merasakan kecemasan yang begitu besar karena jalan yang baru 4 (empat) bulan lalu di aspal tepatnya di Desa Rao-Rao dolok sudah mengalami keretakan akibat pinggir jalan sebelah sungai tidak dipasang bronjong penahan air sehingga mengakibatkan tanah timbunan dipinggir sungai diterjang air yang akhirnya mengalami longsor dan memakan jalan yang baru saja di aspal.
Apabila tidak segera diperbaiki dan dipasang bronjong maka dikhawatirkan akses jalan menuju tiga Desa paling ujung di kecamatan tambangan akan putus total.
Kepala Desa Rao-Rao lombang "syaiful" saat diwawancara oleh awak media dilokasi rusaknya jalan tersebut mengatakan bahwa kejadian rusaknya jalan penghubung di Desa nya sudah disampaikan kepada pihak PUPR Madina dan meminta agar jalan rusak tersebut segera diperbaiki, namun ia mengatakan sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.
"Sekitar sebulan lalu saya sudah menyampaikan adanya kerusakan jalan yang baru dibangun ini kepada Pihak PUPR Madina dan meminta kepada mereka agar segera diperbaiki karena saya khawatir jika sekali saja hujan deras turun di Desa kami maka jalan ini akan putus total", ungkap Kades.
Namun, sejak saya menyampaikan kondisi jalan ini ke PUPR hingga saat ini saya tidak melihat adanya tanda-tanda akan diperbaiki"tambahnya.
Salah satu warga dari desa rao-rao dolok "Ali Imron Siregar" juga mengaku sangat menyayangkan kinerja dari pihak perusahaan yang bertanggung jawab atas perbaikan jalan itu karena ia menilai cara kerja yang dilakukan oleh kontraktor jalan tersebut terkesan asal-asalan.
"Mereka tau itu pas dipinggir sungai dan mereka melihat sendiri, tak mungkin mereka tidak memperhitungkan akibatnya tanpa dibuat bronjong penahan air maka jalan tidak akan bertahan lama karena akan berakibat mudah longsor"ucapnya.
Sejumlah awak media yang tergabung dalam grup Media Madina Bersatu dan Bersahabat mencoba melakukan konfirmasi dengan mendatangi Kantor Dinas PU Madina untuk menyampaikan hal tersebut kepada Kadis PU "Elvi namun tak tidak berada ditempat, kemudian awak media menghubungi via chatt WhatsApp namun tidak dibalas.(15/6/23).
Tidak sampai disitu usaha wartawan untuk menyampaikan kondisi kerusakan jalan tersebut, setelah pagi tidak bertemu, di chatt Via WhatsApp tidak membalas, kembali siangnya awak media mendatangi Kantor Dinas PU namun tak jua yang dijumpai berada di tempat, kemudian dicoba menelpon via WhatsApp namun Kadis PU tidak juga mengangkat.
Masyarakat pengguna jalan tersebut khususnya 3 (tiga) desa paling ujung kecamatan tambangan meminta agar pihak PUPR Madina segera turun meninjau kondisi jalan rusak yang menjadi akses penghubung kedesa mereka serta masyarakat meminta perbaikan jalan tersebut segera dilakukan sebelum putus total.(MJ)




