Mandailing Natal || polhukrim.com
Peringatan HUT RI Ke78 Kabupaten Mandailing Natal disambut meriah seluruh lapisan masyarakat sampai ke pelosok daerah dengan berbagai macam kegiatan mulai dari Kabupaten sampai ke tingkat desa demi menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia,tentunya momen ini akan menjadi suatu kebahagiaan bagi seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Tapi justru sebaliknya dengan apa yang di alami oleh Rohana Batubara bersama keluarga yang merupakan Warga Desa Sayur Maincat Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal.
Ditengah kemeriahan masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memperingati HUT RI ke- 78, Rohana bersama keluarga terpaksa mengungsi pada dini hari (17/8/23) akibat rumahnya bersama harta benda miliknya ludes terbakar.
Dikutip dari media kriminalgroup.com Musibah kebakaran yang menimpa rumah keluarga yang memiliki 7 anak tersebut terjadi sekitar pukul 2 dini hari tepat di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 78. Rumah yang terbuat dari papan berukuran 5 kali 7 meter itu dengan cepat dilahap si jago merah akibat banyaknya bahan yang mudah terbakar.
Menurut keterangan pemilik rumah Rohana Batubara (53) awal mula musibah yang menimpa keluarganya tersebut ia ketahui setelah salah satu anak perempuannya berteriak melihat api yang sudah membesar yang berasal dari tungku masak di dapur rumahnya.
"Kami sudah tidur, tiba tiba anak perempuan saya berteriak api, pas saya bangun, saya lihat apinya sudah membesar, dan saya langsung keluar menyelamatkan anak anak dan meminta bantuan warga," ucapnya dengan pilu.
Rohana juga mengaku, sehabis selesai sholat isya ia sempat memasak nasi menggunakan tungku kayu bakar di dapur rumahnya. Namun ia lupa mematikan api tersebut hingga ia tertidur.
"Sehabis sholat isya saya memasak nasi, namun karena kelelahan saya ketiduran bersama anak anak, dan lupa matikan bara apinya di tungku itu, mungkin itulah penyebabnya," akuinya.
Atas musibah kebakaran tersebut, tak satupun barang milik keluarga ini dapat diselamatkan, kecuali pakaian yang mereka kenakan saat ini. Berungtung api dapat dipadamkan setelah 4 unit mobil pemadam milik pemda Madina tiba dilokasi.
Sementara, Rohana dan suaminya Adian (56) beserta 7 anaknya tidak mengalami luka serius akibat musibah kebakaran itu.
Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah serta rumah tempat tinggalnya rata dengan tanah, sementara rumah di sebelahnya mengalami rusak ringan akibat panas yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut.
Diketahui, keluarga Rohana kini terpaksa harus mengungsi di rumah kerabatnya untuk sementara waktu. Untuk meringankan bebannya, Rohana berharap agar dapat bantuan dari pemerintah Kabupaten Madina serta iuran tangan dari para dermawan.(MJ)
Peringatan HUT RI Ke78 Kabupaten Mandailing Natal disambut meriah seluruh lapisan masyarakat sampai ke pelosok daerah dengan berbagai macam kegiatan mulai dari Kabupaten sampai ke tingkat desa demi menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia,tentunya momen ini akan menjadi suatu kebahagiaan bagi seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Tapi justru sebaliknya dengan apa yang di alami oleh Rohana Batubara bersama keluarga yang merupakan Warga Desa Sayur Maincat Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal.
Ditengah kemeriahan masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memperingati HUT RI ke- 78, Rohana bersama keluarga terpaksa mengungsi pada dini hari (17/8/23) akibat rumahnya bersama harta benda miliknya ludes terbakar.
Dikutip dari media kriminalgroup.com Musibah kebakaran yang menimpa rumah keluarga yang memiliki 7 anak tersebut terjadi sekitar pukul 2 dini hari tepat di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 78. Rumah yang terbuat dari papan berukuran 5 kali 7 meter itu dengan cepat dilahap si jago merah akibat banyaknya bahan yang mudah terbakar.
Menurut keterangan pemilik rumah Rohana Batubara (53) awal mula musibah yang menimpa keluarganya tersebut ia ketahui setelah salah satu anak perempuannya berteriak melihat api yang sudah membesar yang berasal dari tungku masak di dapur rumahnya.
"Kami sudah tidur, tiba tiba anak perempuan saya berteriak api, pas saya bangun, saya lihat apinya sudah membesar, dan saya langsung keluar menyelamatkan anak anak dan meminta bantuan warga," ucapnya dengan pilu.
Rohana juga mengaku, sehabis selesai sholat isya ia sempat memasak nasi menggunakan tungku kayu bakar di dapur rumahnya. Namun ia lupa mematikan api tersebut hingga ia tertidur.
"Sehabis sholat isya saya memasak nasi, namun karena kelelahan saya ketiduran bersama anak anak, dan lupa matikan bara apinya di tungku itu, mungkin itulah penyebabnya," akuinya.
Atas musibah kebakaran tersebut, tak satupun barang milik keluarga ini dapat diselamatkan, kecuali pakaian yang mereka kenakan saat ini. Berungtung api dapat dipadamkan setelah 4 unit mobil pemadam milik pemda Madina tiba dilokasi.
Sementara, Rohana dan suaminya Adian (56) beserta 7 anaknya tidak mengalami luka serius akibat musibah kebakaran itu.
Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah serta rumah tempat tinggalnya rata dengan tanah, sementara rumah di sebelahnya mengalami rusak ringan akibat panas yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut.
Diketahui, keluarga Rohana kini terpaksa harus mengungsi di rumah kerabatnya untuk sementara waktu. Untuk meringankan bebannya, Rohana berharap agar dapat bantuan dari pemerintah Kabupaten Madina serta iuran tangan dari para dermawan.(MJ)





