Mandailing Natal || polhukrim.com
Sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat Mandailing Natal bersama anggota DPR-RI dari salah satu Fraksi menuai sorotan hangat dari sejumlah kalangan di tengah-tengah masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan di depan mesjid Al-Abror Sibaroar Panyabungan Tonga Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal ini dinilai tidak membawa manfaat bagi masyarakat setempat,justru kegiatan tersebut dikhawatirkan akan menjadi sumber bencana bagi masyarakat,karena selain lokasi yang berada tepat di depan mesjid,acara itu juga dilaksanakan bertepatan pada saat warga akan melaksanakan sholat jum'at.
"Kegiatannya tepat didepan mesjid ini, dan acaranya tidak tau apa tujuaan sebenarnya karena, pas anggota DPR-RI itu sampai, dia buka acara baru langsung ngajak warga joget dangdutan sambil bagi bagi uang"kata "F Lbs" salah seorang warga panyabungan tonga yang menyaksikan acara tersebut.
Dalam undangan, tertulis acara dimulai pada pukul 09.00 wib, dimulai dari pembukaan oleh protokol, beberapa kata sambutan dari tokoh masyarakat dan sebagainya.
Sebelumnya acara sempat break sejenak selama lebih kurang 2 (dua) jam karena salah satu anggota DPR-RI yang ditunggu belum juga tiba dilokasi yang mengakibatkan warga jadi bosan menunggu apalagi pada saat itu waktu untuk sholat jum'at sudah hampir mendekati.
Setelah warga menunggu cukup lama, barulah anggota dari DPR-RI tersebut tiba dilokasi sekitar pukul 11.40wib saat waktu untuk adzan jum'at sudah mulai mendekati sehingga setibanya anggota Dewan sudah tidak banyak lagi laki-laki ditemui dilokasi kegiatan karena sudah pulang untuk melakukan persiapan sholat jum'at.
Namun, meskipun demikian acara tetap dilanjutkan karena panitia menghargai anggota DPR-RI dari salah satu Fraksi tersebut.
Anehnya, setelah anggota Dewan tersebut maju ke atas panggung dan lalu memperkenalkan diri, bukannya sosialisasi yang bermanfaat untuk masyarakat yang ia sampaikan,malah ibu-ibu di suruh maju kedepan lalu kemudian sang anggota DPR-RI itu mengajak para ibu-ibu berjoget dangdut tanpa melihat waktu dan kondisi serta lokasi yang berada tepat di depan mesjid.
Akibat dari itu, masyarakat menilai bahwa anggora DPR-RI dari salah satu Fraksi tersebut sudah tidak memiliki etika dan adab serta tidak menghargai sarana tempat beribadah umat muslim.
"Beginikah lagi calon seorang pemimpin yang harus dipilih oleh rakyat?, selaku warga panyabungan tonga saya merasa kecewa terhadap beliau, dan menurut saya beliau tersebut sudah tidak memiliki etika dan tidak menghargai kami selaku warga yang hendak melakukan sholat jum'at di mesjid"papar F Lubis kepada awak media.
Dikabarkan, sempat juga terjadi adu mulut antara beberapa warga dengan rombongan anggota DPR-RI tersebut, namun acara joget dangdutan tetap dilanjutkan sampai selesai sehingga membuat pemuda setempat kesal dan merasa kecewa.
Yang paling parahnya lagi pada waktu yang bersamaan, sebelah timur masjid sedang ada yang kemalangan, famili dan sebagian masyarakat sedang berduka, tapi anggota dewan yang terhormat tersebut malah memandu ibu ibu berjoget dan bergoyang di depan masjid sementara dari mesjid lain suara mengaji sudah mulai terdengar menandakan Jum’atan segera di mulai.
Pajarur rohman seorang mahasiswa pasca sarjana UIN suska Riau selaku ketua naposo bulung Desa Panyabungan tonga mengecam dan mengutuk perlakuan anggota dewan tersebut yang kurang beradap dan tidak menghargai Rumah ibadah dan orang yang sedang berduka.
"katanya anggota dewan terhormat tapi kelakuan bejat, joget joget di pintu masjid yang kebetulan pula hari jum’at merupakan hari istimewa bagi umat islam apalagi warga madina yang nota bene gudangnya para santri dan kiyai"pungkas Pajar.(MJ)
Sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat Mandailing Natal bersama anggota DPR-RI dari salah satu Fraksi menuai sorotan hangat dari sejumlah kalangan di tengah-tengah masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan di depan mesjid Al-Abror Sibaroar Panyabungan Tonga Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal ini dinilai tidak membawa manfaat bagi masyarakat setempat,justru kegiatan tersebut dikhawatirkan akan menjadi sumber bencana bagi masyarakat,karena selain lokasi yang berada tepat di depan mesjid,acara itu juga dilaksanakan bertepatan pada saat warga akan melaksanakan sholat jum'at.
"Kegiatannya tepat didepan mesjid ini, dan acaranya tidak tau apa tujuaan sebenarnya karena, pas anggota DPR-RI itu sampai, dia buka acara baru langsung ngajak warga joget dangdutan sambil bagi bagi uang"kata "F Lbs" salah seorang warga panyabungan tonga yang menyaksikan acara tersebut.
Dalam undangan, tertulis acara dimulai pada pukul 09.00 wib, dimulai dari pembukaan oleh protokol, beberapa kata sambutan dari tokoh masyarakat dan sebagainya.
Sebelumnya acara sempat break sejenak selama lebih kurang 2 (dua) jam karena salah satu anggota DPR-RI yang ditunggu belum juga tiba dilokasi yang mengakibatkan warga jadi bosan menunggu apalagi pada saat itu waktu untuk sholat jum'at sudah hampir mendekati.
Setelah warga menunggu cukup lama, barulah anggota dari DPR-RI tersebut tiba dilokasi sekitar pukul 11.40wib saat waktu untuk adzan jum'at sudah mulai mendekati sehingga setibanya anggota Dewan sudah tidak banyak lagi laki-laki ditemui dilokasi kegiatan karena sudah pulang untuk melakukan persiapan sholat jum'at.
Namun, meskipun demikian acara tetap dilanjutkan karena panitia menghargai anggota DPR-RI dari salah satu Fraksi tersebut.
Anehnya, setelah anggota Dewan tersebut maju ke atas panggung dan lalu memperkenalkan diri, bukannya sosialisasi yang bermanfaat untuk masyarakat yang ia sampaikan,malah ibu-ibu di suruh maju kedepan lalu kemudian sang anggota DPR-RI itu mengajak para ibu-ibu berjoget dangdut tanpa melihat waktu dan kondisi serta lokasi yang berada tepat di depan mesjid.
Akibat dari itu, masyarakat menilai bahwa anggora DPR-RI dari salah satu Fraksi tersebut sudah tidak memiliki etika dan adab serta tidak menghargai sarana tempat beribadah umat muslim.
"Beginikah lagi calon seorang pemimpin yang harus dipilih oleh rakyat?, selaku warga panyabungan tonga saya merasa kecewa terhadap beliau, dan menurut saya beliau tersebut sudah tidak memiliki etika dan tidak menghargai kami selaku warga yang hendak melakukan sholat jum'at di mesjid"papar F Lubis kepada awak media.
Dikabarkan, sempat juga terjadi adu mulut antara beberapa warga dengan rombongan anggota DPR-RI tersebut, namun acara joget dangdutan tetap dilanjutkan sampai selesai sehingga membuat pemuda setempat kesal dan merasa kecewa.
Yang paling parahnya lagi pada waktu yang bersamaan, sebelah timur masjid sedang ada yang kemalangan, famili dan sebagian masyarakat sedang berduka, tapi anggota dewan yang terhormat tersebut malah memandu ibu ibu berjoget dan bergoyang di depan masjid sementara dari mesjid lain suara mengaji sudah mulai terdengar menandakan Jum’atan segera di mulai.
Pajarur rohman seorang mahasiswa pasca sarjana UIN suska Riau selaku ketua naposo bulung Desa Panyabungan tonga mengecam dan mengutuk perlakuan anggota dewan tersebut yang kurang beradap dan tidak menghargai Rumah ibadah dan orang yang sedang berduka.
"katanya anggota dewan terhormat tapi kelakuan bejat, joget joget di pintu masjid yang kebetulan pula hari jum’at merupakan hari istimewa bagi umat islam apalagi warga madina yang nota bene gudangnya para santri dan kiyai"pungkas Pajar.(MJ)




