Muba-Jambi || polhukrim.com
Kerusakan jalan Talang Siku–Keluang di Desa Pinang Banjar,Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba),kian memprihatinkan. Jalan kabupaten yang terdampak aktivitas pembangunan Tol Betung–Jambi itu kini mengalami kerusakan cukup parah,terutama di Dusun 5.
Kondisi tersebut memicu aksi langsung dari Pemerintah Desa (Pemdes) Pinang Banjar bersama warga, sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Aksi dilakukan dengan penimbunan batu koral di titik jalan yang rusak. Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Desa Pinang Banjar H Masrukin,S.Sos.,M.Si.dan mendapat dukungan penuh masyarakat setempat.
Tak hanya itu,warga juga sempat menghentikan sejumlah kendaraan yang melintas dan terlibat dalam aktivitas pembangunan tol Betung–Jambi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas minimnya perhatian terhadap kondisi jalan yang terdampak. “Khususnya di titik menuju Keluang memang sudah ada perbaikan dengan cor beton.Namun di Dusun 5 ini justru dilewatkan,padahal kerusakannya cukup parah” ujar Masrukin.
Menurutnya, kerusakan jalan semakin memburuk akibat tingginya mobilitas kendaraan proyek bertonase besar yang setiap hari melintas. Jalan cor beton yang sebelumnya hanya mengalami kerusakan ringan, kini berubah menjadi berlubang dan membahayakan pengendara.
Keluhan masyarakat pun terus berdatangan. Warga mengaku khawatir terjadi kecelakaan, terutama saat kendaraan proyek berpapasan dengan kendaraan warga di badan jalan yang sempit dan rusak. “Dengan adanya aksi ini, pihak HKI akhirnya turun langsung menemui kami dan berjanji akan melakukan pembenahan,” jelasnya.
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemdes bersama warga menimbun titik kerusakan menggunakan batu koral. Material sudah tersedia dan direncanakan akan diratakan menggunakan alat berat agar sementara waktu dapat dilalui dengan lebih aman. “Untuk sementara kita timbun dulu. Besok kemungkinan alat berat akan datang untuk meratakan batu ini” tambahnya.
Ke depan,Pemdes berharap ada perbaikan permanen berupa pengecoran ulang di titik-titik kerusakan, khususnya di Dusun 5. Selain itu, pembersihan bahu jalan juga dinilai penting agar kendaraan proyek yang berukuran besar dapat melintas tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya. “Bahu jalan harus dibersihkan. Kendaraan proyek ukurannya besar, kalau berpapasan dengan kendaraan lain sangat sulit,” tegasnya.
Warga berharap pembangunan Tol Betung–Jambi tetap berjalan lancar, namun tidak mengabaikan dampak terhadap infrastruktur daerah. Mereka menilai koordinasi dan tanggung jawab pihak terkait sangat diperlukan agar pembangunan dan kenyamanan masyarakat dapat berjalan beriringan. (Prancis Silalahi)
Kerusakan jalan Talang Siku–Keluang di Desa Pinang Banjar,Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba),kian memprihatinkan. Jalan kabupaten yang terdampak aktivitas pembangunan Tol Betung–Jambi itu kini mengalami kerusakan cukup parah,terutama di Dusun 5.
Kondisi tersebut memicu aksi langsung dari Pemerintah Desa (Pemdes) Pinang Banjar bersama warga, sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Aksi dilakukan dengan penimbunan batu koral di titik jalan yang rusak. Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Desa Pinang Banjar H Masrukin,S.Sos.,M.Si.dan mendapat dukungan penuh masyarakat setempat.
Tak hanya itu,warga juga sempat menghentikan sejumlah kendaraan yang melintas dan terlibat dalam aktivitas pembangunan tol Betung–Jambi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas minimnya perhatian terhadap kondisi jalan yang terdampak. “Khususnya di titik menuju Keluang memang sudah ada perbaikan dengan cor beton.Namun di Dusun 5 ini justru dilewatkan,padahal kerusakannya cukup parah” ujar Masrukin.
Menurutnya, kerusakan jalan semakin memburuk akibat tingginya mobilitas kendaraan proyek bertonase besar yang setiap hari melintas. Jalan cor beton yang sebelumnya hanya mengalami kerusakan ringan, kini berubah menjadi berlubang dan membahayakan pengendara.
Keluhan masyarakat pun terus berdatangan. Warga mengaku khawatir terjadi kecelakaan, terutama saat kendaraan proyek berpapasan dengan kendaraan warga di badan jalan yang sempit dan rusak. “Dengan adanya aksi ini, pihak HKI akhirnya turun langsung menemui kami dan berjanji akan melakukan pembenahan,” jelasnya.
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemdes bersama warga menimbun titik kerusakan menggunakan batu koral. Material sudah tersedia dan direncanakan akan diratakan menggunakan alat berat agar sementara waktu dapat dilalui dengan lebih aman. “Untuk sementara kita timbun dulu. Besok kemungkinan alat berat akan datang untuk meratakan batu ini” tambahnya.
Ke depan,Pemdes berharap ada perbaikan permanen berupa pengecoran ulang di titik-titik kerusakan, khususnya di Dusun 5. Selain itu, pembersihan bahu jalan juga dinilai penting agar kendaraan proyek yang berukuran besar dapat melintas tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya. “Bahu jalan harus dibersihkan. Kendaraan proyek ukurannya besar, kalau berpapasan dengan kendaraan lain sangat sulit,” tegasnya.
Warga berharap pembangunan Tol Betung–Jambi tetap berjalan lancar, namun tidak mengabaikan dampak terhadap infrastruktur daerah. Mereka menilai koordinasi dan tanggung jawab pihak terkait sangat diperlukan agar pembangunan dan kenyamanan masyarakat dapat berjalan beriringan. (Prancis Silalahi)



