Pekanbaru - Polhukrim.com-Tepuk tangan riuh mengiringi langkah kecil Amelia Putri Dwi Rifka Nasution saat namanya dipanggil sebagai Juara 1. Jumat, 24 April 2026, siswi SD Taruna Andalan Pangkalan Kerinci itu resmi menorehkan namanya di puncak kategori Elementary School Storytelling Praktikum Sastra 34 Universitas Riau tingkat Provinsi Riau.
Bagi Amelia, panggung itu bukan sekadar lomba. Itu adalah buah dari berbulan-bulan latihan bersama pembimbingnya, Mrs. Lola Melinda. Dari melatih vokal, mengatur napas, hingga mematangkan ekspresi dan penghayatan karakter - semua dijalani Amelia sepulang sekolah, dengan tekun.
Di hadapan dewan juri dan ratusan peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Riau, Amelia membawakan fabel “Kancil dan Buaya” yang ia racik ulang. Sungai Siak ia pilih sebagai panggung utama cerita. Kancil yang cerdik tak lagi hanya menyeberangi sungai, tapi juga mengajak penonton merenung: kecerdikan harus dipakai untuk kebaikan, dan sungai harus dijaga agar tetap lestari.
Penampilannya hidup. Intonasi suaranya naik-turun mengikuti alur, matanya berbicara, gesturnya luwes. Tak heran jika juri terpukau.
Saat foto kemenangannya diunggah akun resmi SD Taruna Andalan, publik bisa melihat Amelia menggenggam piala kayu bermotif kupu-kupu bertuliskan “JUARA 1 PRAKTIKUM SASTRA 34”. Di tangan satunya, buket bunga dari La Fiore. Senyumnya malu-malu, tapi sorot matanya penuh bangga.
“Amelia anak yang konsisten. Dia mau direvisi berkali-kali demi satu penekanan kata yang pas,” kenang Mrs. Lola Melinda. Kepala SD Taruna Andalan pun menyebut kemenangan ini sebagai bukti kerja keras guru dan siswa yang sejalan.
Praktikum Sastra 34 UNRI tahun ini bertema “Membaca Alam, Menulis Peradaban”. Sebelum tampil, Amelia dan peserta lain diajak observasi ke Pasar Bawah, tepian Sungai Siak, dan Kota Tua Senapelan. Dari sanalah Amelia mendapat napas cerita: menjadikan lanskar Pekanbaru sebagai rumah baru bagi Kancil.
Perjalanan Amelia belum berhenti.
Penampilannya akan diabadikan dalam antologi “Lanskar Bertuah” bersama karya juara lainnya, dan disebar ke perpustakaan sekolah se-Provinsi Riau. Artinya, suara Amelia akan dibaca anak-anak Riau lainnya.
Di usia SD, Amelia Putri sudah membuktikan: cerita lama bisa jadi baru ketika diceritakan dengan hati, dan kecerdikan paling berharga adalah yang membawa kebaikan untuk alam. (Tim)




