Batu Bara || polhukrim.com
Dinas Sosial PPPA kabupaten batu bara melaksanakan pemasangan sticker Keluarga Penerima Manfaat (KPM) "Miskin" di setiap desa dan kelurahan se-kabupaten batu bara,guna meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas KPM, serta menghindari adanya kecurangan dalam pendataan dilapangan.
Kades Bagan Baru Benyamin,kecamatan Nibung Hangus menerima sticker KPM untuk dipasang ke rumah warga penerima manfaat "Miskin" yang diserahkan oleh Kabid pengendalian dan evaluasi data terpadu dinas sosial PPPA kabupaten batu bara sekaligus menyampaikan maksud dan tujuan dari kegiatan pemasangan stiker ini kepada kepala desa bagan baru.Rabu,8/7/2026.
Menurut Muliadi,SE.Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Batubara melalui Sekretaris nya Mukhlis Syahputra,S.HI.M. AP Tujuan utama dari penempelan stiker ini adalah untuk menciptakan transparansi di tingkat akar rumput (dusun/lingkungan Desa/kelurahan).
Dengan adanya stiker yang jelas di depan rumah, seluruh warga sekitar dapat melihat secara langsung siapa saja yang mendapatkan bantuan dari negara. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kecurigaan sosial dan memastikan bahwa penyaluran bansos dilakukan secara terbuka,ucapnya.
Lanjutnya,Salah satu harapan terbesar dari kebijakan ini adalah adanya efek sanksi moral atau psikologis bagi keluarga yang secara ekonomi sudah mampu tetapi masih menerima bansos. Efeknya,KPM yang sudah mengalami peningkatan ekonomi (mampu) akan merasa sungkan atau malu jika rumahnya tetap ditempeli stiker "Miskin" atau "Penerima Bansos".Rabu,8/7/2026.
Disampaikannya,Banyak kasus di berbagai daerah menunjukkan adanya KPM yang akhirnya memilih untuk mengundurkan diri secara sukarela (graduasi mandiri)
Secara teknis, stiker ini berfungsi sebagai penanda fisik bagi petugas lapangan (seperti Pendamping PKH,Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, atau perangkat desa).
Stiker ini mengubah masyarakat menjadi pengawas pasif. Jika warga melihat ada rumah yang tergolong mewah atau memiliki aset berlebih namun tertempel stiker penerima bansos, mereka dapat melaporkannya atau memberikan koreksi kepada pemerintah desa/kelurahan, tegasnya.
Selanjutnya diharapkan kepada kepala desa dan lurah kerja samanya dalam menempelkan stiker ini. Beberapa hari kedepan dinas sosial akan melakukan monitoring secara langsung kerumah KPM guna memastikan stiker sudah terpasang, tutupnya.
Kades Bagan Baru Benyamin Menyambut baik kegiatan Dinsos P3A Batu Bara dalam rangka pembagian sticker KPM dan akan melaksanakan pemasangan stiker tersebut di setiap rumah warga penerima manfaat (Miskin), kades berharap agar masyarakat desa Bagan Baru tidak lagi saling berebut dan tidak lagi mengaku-ngaku Miskin, ucapnya (A.Nduru)
Dinas Sosial PPPA kabupaten batu bara melaksanakan pemasangan sticker Keluarga Penerima Manfaat (KPM) "Miskin" di setiap desa dan kelurahan se-kabupaten batu bara,guna meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas KPM, serta menghindari adanya kecurangan dalam pendataan dilapangan.
Kades Bagan Baru Benyamin,kecamatan Nibung Hangus menerima sticker KPM untuk dipasang ke rumah warga penerima manfaat "Miskin" yang diserahkan oleh Kabid pengendalian dan evaluasi data terpadu dinas sosial PPPA kabupaten batu bara sekaligus menyampaikan maksud dan tujuan dari kegiatan pemasangan stiker ini kepada kepala desa bagan baru.Rabu,8/7/2026.
Menurut Muliadi,SE.Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Batubara melalui Sekretaris nya Mukhlis Syahputra,S.HI.M. AP Tujuan utama dari penempelan stiker ini adalah untuk menciptakan transparansi di tingkat akar rumput (dusun/lingkungan Desa/kelurahan).
Dengan adanya stiker yang jelas di depan rumah, seluruh warga sekitar dapat melihat secara langsung siapa saja yang mendapatkan bantuan dari negara. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kecurigaan sosial dan memastikan bahwa penyaluran bansos dilakukan secara terbuka,ucapnya.
Lanjutnya,Salah satu harapan terbesar dari kebijakan ini adalah adanya efek sanksi moral atau psikologis bagi keluarga yang secara ekonomi sudah mampu tetapi masih menerima bansos. Efeknya,KPM yang sudah mengalami peningkatan ekonomi (mampu) akan merasa sungkan atau malu jika rumahnya tetap ditempeli stiker "Miskin" atau "Penerima Bansos".Rabu,8/7/2026.
Disampaikannya,Banyak kasus di berbagai daerah menunjukkan adanya KPM yang akhirnya memilih untuk mengundurkan diri secara sukarela (graduasi mandiri)
Secara teknis, stiker ini berfungsi sebagai penanda fisik bagi petugas lapangan (seperti Pendamping PKH,Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, atau perangkat desa).
Stiker ini mengubah masyarakat menjadi pengawas pasif. Jika warga melihat ada rumah yang tergolong mewah atau memiliki aset berlebih namun tertempel stiker penerima bansos, mereka dapat melaporkannya atau memberikan koreksi kepada pemerintah desa/kelurahan, tegasnya.
Selanjutnya diharapkan kepada kepala desa dan lurah kerja samanya dalam menempelkan stiker ini. Beberapa hari kedepan dinas sosial akan melakukan monitoring secara langsung kerumah KPM guna memastikan stiker sudah terpasang, tutupnya.
Kades Bagan Baru Benyamin Menyambut baik kegiatan Dinsos P3A Batu Bara dalam rangka pembagian sticker KPM dan akan melaksanakan pemasangan stiker tersebut di setiap rumah warga penerima manfaat (Miskin), kades berharap agar masyarakat desa Bagan Baru tidak lagi saling berebut dan tidak lagi mengaku-ngaku Miskin, ucapnya (A.Nduru)


