Mandailing Natal || polhukrim.com
Seorang wanita warga Madina yang mengaku dirinya sebagai salah satu perwakilan dari Kementerian Sosial menemui Sabaruddin (ayah dari Mhd Rayhan) seorang anak penderita penyakit kulit yang pada saat itu sedang dirawat di RSUD panyabungan dengan bantuan biaya dari pemerintah daerah kabupaten mandailing natal.
Dihadapan sabaruddin, disaksikan oleh Ketua Relawan Kesehatan (REKAN) Indonesia Kabupaten Mandailing Natal 'Mulyadi dan Sekretaris ' Sofri Ray wanita tersebut berjanji akan membawa Mhd Rayhan Berobat ke salah satu rumah sakit di kota medan atas bantuan dari kementerian sosial setelah Mhd Rayhan keluar dari RSUD Panyabungan.
"Saya perwakilan dari kemensos,bapak tinggal pilih,mau lanjut anaknya berobat di RSUD panyabungan dengan bantuan pemerintah daerah atau dengan kami"ucap wanita tersebut pada saat itu di salah satu rumah makan didepan RSU Permata Madina Kayujati.
Tambahnya pula,"jika kami yang membawanya berobat, kami akan menanggung semua biaya pengobatannya serta biaya hidup yang mendampingi selama berobat, karena sebelumnya sudah banyak yang kami bantu seperti ini"katanya dihadapan ayah rayhan dan ketua Rekan Indonesia serta Sekretaris Rekan Indonesia.
Mendengar perkataan si wanita tersebut, Sabaruddin ayah dari M rayhan merasa senang karena anaknya akan mendapatkan pengobatan di rumah sakit medan dengan bantuan kemensos dan iapun meminta kepada pihak RSUD Panyabungan agar anaknya diijinkan pulang ke rumah dan dirawat di rumah saja dengan tujuan agar anaknya dibawa berobat dengan bantuan si wanita tersebut yang mengaku dirinya sebagai salah satu perwakilan dari kemensos.
Pada saat pertemuan Sabaruddin bersama wanita yang mengaku dirinya salah satu perwakilan dari kemensos, wanita tersebutpun mengatakan agar ayah rayhan bersabar menunggu sampai tgl 3 oktober 2022,karena anggaran dari kemensos akan dicairkan pada tgl 3 oktober 2022 dan setelah anggaran itu cair maka mhd rayhan akan dibawa berobat ke rumah sakit di medan.
"Anggaran dari kemensos akan cair tgl 3 oktober 2022 ini,jadi bapak bersabar dulu sampai anggaran iti cair. Nanti setelah cair barulah mhd rayhan kita jemput dan kita bawa berobat ke RS kota medan"tutur wanita tersebut.
Mulyadi (Ketua Rekan Madina) setelah mendengar perkataan si wanita itu mengucapkan terimakasih karena sudah membantu sejauh ini, dan jika hal ini benar,maka saya titipkan mhd rayhan untuk dibawa berobat"ucap ketua Rekan Madina.
Namun setelah tanggal 3 ysng dijanjikan, si wanita tak kunjung datang dan tak pernah memberi kabar bagaimana kelanjutan dari janji yang ia ucapkan.
Ibunda Mhd Rayhan sering menelpon siwanita tersebut, namun telponnya masuk tapi tak pernah di angkat.
Hingga saat ini wanita tersebut seakan-akan menghilang dan diduga kabur entah dimana, mengakibatkan Mhd rayhan tidak mendapatkan pengobatan lagi dari medis akibat janji yang diucapkan si wanita yang mengaku dirinya salah satu perwakilan dari kemensos.
Jika ini berupa penipuan, maka sabaruddin (ayah dari mhd rayhan) melalui Rekan Indonesia Kabupaten Mandailing Natal meminta itikad baik dari wanita tersebut.jika tidak maka hal ini akan dilaporkan atas dasar menelantarkan seorang warga miskin yang sakit sehingga karena janji yang diucapkan membuat anaknya tidak mendapatkan pengobatan sampai saat ini.
"Saya serahkan semua permasalahan ini kepada Rekan Indonesia Kabupaten Madina, saya hanya bermohon agar anak saya mendapatkan pengobatan kembali dengan bantuan dari dermawan karena ketiadaan biaya kami untuk membawa anak saya berobat"pungkas Sabaruddin.(MJ)




