Pekanbaru || polhukrim.com
Mahasiswa Universitas lancang melalui Badan eksekutif mahasiswa (BEM) dan dewan perwakilan mahasiswa (DPM) universitas lancang kuning bersama BEM dan DPM Fakultas Se-Universitas lancang kuning melakukan aksi damai di depan kantor PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) pada hari Rabu, tanggal 08/03/2023, di Rumbai provinsi Riau.
Korlap Aksi Bernama Walid kepada wartawan mengatakan “Aksi yang di laksanakan pada hari ini adalah aksi kemanusiaan,atas meninggalnya 11 karyawan yang bekerja di PHR,membangkitkan jiwa kemanusiaan kami sebagai mahasiswa, ada apa dengan PHR, tidak ada hati nurani dari pihak perusahaan terhadap keluarga yang di tinggalkan akibat kecelakaan kerja”ungkapnya.
Pantauan wartawan dilokasi, Ratusan Mahasiswa yang memiliki jiwa kemanusiaan ikut aksi tersebut,bundaran PHR dikuningkan dengan almameter Univeristas lancang kuning,orasi demi orasi pun disampaikan oleh kawan-kawan dari mahasiswa Unilak terkhusus kepada ketua BEM Fakuktas se-lingkungan universitas lancang kuning,di terik panas nya matahari tak membuat semangat mahasiswa kendor.
Salah satu Mahasiswa bernama Cornel mengatakan malapetaka ini adalah kegagalan Mentri BUMN,Erik Tohir selaku Menteri BUMN,seharusnya lebih jeli dalam menempatkan pimpinan PT PHR Jaffee A., jangan asal letakkan,seleksi dulu pak,jika tidak mampu mengurusi hal ini berhenti saja kasih ke orang yang mampu,jangan sampai ada korban-korban lagi yang di akibatkan oleh kelalaian oknum Direktur PT PHR” ujar Cornel selaku menteri Kajian isu di BEM.
Pantauan wartawan dilokasi aksi,Setelah beberapa waktu sekitar jam 16:00 wib pihak PT PHR datang menjumpai Mahasiswa Unilak yang menggelar aksi damai, Mahasiswa Unilak sangat kecewa karena PT PHR mendatangkan pihak humasnya untuk menjumpai mahasiswa Unilak.
“Presiden Mahasiswa Unilak Septian Frandika kepada wartawan mengatakan "saya merasa kecewa dengan PT PHR, yang mendatangi kami pada hari ini bukan Dirut PT PHR,setidak-tidaknya Manager PT PHR,saya seorang Presiden mahasiswa saja datang bersama kawan-kawan penyampai aksi,saya heran, ada apa dengan PT PHR, kenapa tidak Dirut nya yang datang” kata Septian kepada wartawan.
Sebelum aksi ini terselenggara, ada info yang beredar bahwa salah satu mahasiswa sudah menerima amplop dari PT PHR, Namun itu langsung terbantahkan karena yang bersangkutan sudah melakukan klarifikasi terhadap itu.
“Saya selaku ketua umum DPM Unilak yang di isukan telah menerima amplop dari PHR, perlu saya sampaikan bahwa saya memang ada chat sama PT PHR tapi bukan terkait itu,saya hanya ingin memberitahukan bahwa mahasiswa yang turun aksi kemarin yang mengatasnamakan Unilak, itu bukan lah kami,terjadinya aksi hari ini itu merupakan izin kami dari dewan perwakilan mahasiswa Unilak.
Dengan tidak hadirnya Dirut PHR setidak-tidaknya Managernya, mahasiswa Unilak memberikan waktu 7X24 jam kepada PT PHR,Jika tidak ada tanggapan, maka mahasiswa Unilak akan melakukan aksi jilid 2 dengan masa yang lebih besar dan almameter yang berbeda-beda,oleh karena tidak datangnya Dirut PT PHR Untuk menjumpai Mahasiswa yang aksi menambah kecurigaan kami, ada apa, jangan-jangan Dirut PT PHR memang terbukti bersalah karena sudah lalai dalam proses pemenangan tender dan pengawasan K3 terhadap pekerja dilingkungan perusahaan, ungkapnya.(Risman Zebua)
Mahasiswa Universitas lancang melalui Badan eksekutif mahasiswa (BEM) dan dewan perwakilan mahasiswa (DPM) universitas lancang kuning bersama BEM dan DPM Fakultas Se-Universitas lancang kuning melakukan aksi damai di depan kantor PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) pada hari Rabu, tanggal 08/03/2023, di Rumbai provinsi Riau.
Korlap Aksi Bernama Walid kepada wartawan mengatakan “Aksi yang di laksanakan pada hari ini adalah aksi kemanusiaan,atas meninggalnya 11 karyawan yang bekerja di PHR,membangkitkan jiwa kemanusiaan kami sebagai mahasiswa, ada apa dengan PHR, tidak ada hati nurani dari pihak perusahaan terhadap keluarga yang di tinggalkan akibat kecelakaan kerja”ungkapnya.
Pantauan wartawan dilokasi, Ratusan Mahasiswa yang memiliki jiwa kemanusiaan ikut aksi tersebut,bundaran PHR dikuningkan dengan almameter Univeristas lancang kuning,orasi demi orasi pun disampaikan oleh kawan-kawan dari mahasiswa Unilak terkhusus kepada ketua BEM Fakuktas se-lingkungan universitas lancang kuning,di terik panas nya matahari tak membuat semangat mahasiswa kendor.
Salah satu Mahasiswa bernama Cornel mengatakan malapetaka ini adalah kegagalan Mentri BUMN,Erik Tohir selaku Menteri BUMN,seharusnya lebih jeli dalam menempatkan pimpinan PT PHR Jaffee A., jangan asal letakkan,seleksi dulu pak,jika tidak mampu mengurusi hal ini berhenti saja kasih ke orang yang mampu,jangan sampai ada korban-korban lagi yang di akibatkan oleh kelalaian oknum Direktur PT PHR” ujar Cornel selaku menteri Kajian isu di BEM.
Pantauan wartawan dilokasi aksi,Setelah beberapa waktu sekitar jam 16:00 wib pihak PT PHR datang menjumpai Mahasiswa Unilak yang menggelar aksi damai, Mahasiswa Unilak sangat kecewa karena PT PHR mendatangkan pihak humasnya untuk menjumpai mahasiswa Unilak.
“Presiden Mahasiswa Unilak Septian Frandika kepada wartawan mengatakan "saya merasa kecewa dengan PT PHR, yang mendatangi kami pada hari ini bukan Dirut PT PHR,setidak-tidaknya Manager PT PHR,saya seorang Presiden mahasiswa saja datang bersama kawan-kawan penyampai aksi,saya heran, ada apa dengan PT PHR, kenapa tidak Dirut nya yang datang” kata Septian kepada wartawan.
Sebelum aksi ini terselenggara, ada info yang beredar bahwa salah satu mahasiswa sudah menerima amplop dari PT PHR, Namun itu langsung terbantahkan karena yang bersangkutan sudah melakukan klarifikasi terhadap itu.
“Saya selaku ketua umum DPM Unilak yang di isukan telah menerima amplop dari PHR, perlu saya sampaikan bahwa saya memang ada chat sama PT PHR tapi bukan terkait itu,saya hanya ingin memberitahukan bahwa mahasiswa yang turun aksi kemarin yang mengatasnamakan Unilak, itu bukan lah kami,terjadinya aksi hari ini itu merupakan izin kami dari dewan perwakilan mahasiswa Unilak.
Dengan tidak hadirnya Dirut PHR setidak-tidaknya Managernya, mahasiswa Unilak memberikan waktu 7X24 jam kepada PT PHR,Jika tidak ada tanggapan, maka mahasiswa Unilak akan melakukan aksi jilid 2 dengan masa yang lebih besar dan almameter yang berbeda-beda,oleh karena tidak datangnya Dirut PT PHR Untuk menjumpai Mahasiswa yang aksi menambah kecurigaan kami, ada apa, jangan-jangan Dirut PT PHR memang terbukti bersalah karena sudah lalai dalam proses pemenangan tender dan pengawasan K3 terhadap pekerja dilingkungan perusahaan, ungkapnya.(Risman Zebua)




