Kota Padang || polhukrim.com
Kota Padang di kepung oleh kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutal) hari ini masih menyelimut 5/10/2023.Kondisi kabut Asap ini juga terlihat diberbagai sudut daerah di wilayah Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat terlihat menebal.
Akibat kebakaran tersebut mengeluarkan bau asap yang menyengat pun juga dirasakan oleh warga. Dengan kondisinya sehingga berdampak kabut asap karhutla ini, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yakni infeksi yang menyerang saluran pernapasan seperti flu biasa, influenza, sinus, dan radang tenggorokan meningkat drastis selama kondisi kabut Asap Karhutla tersebut.
Sesuai surat Edaran Walikota Padang Nomor. 441.7/4769/DKK/2023 Tanggal 16 september 2023 Tentang Antisipasi dampak kabut asap, dalam mengantisipasi kualitas udara Yang terjadi saat ini, mendekati batas udara tidak sehat.
Dalam surat edaran Walikota Padang tersebut berbunyi "menghimbau Kepada pihak sekolah untuk membatasi kegiatan pembelajaran diluar ruang seperti Mata Pelajaran Olahraga, juga meminta semua Warga satuan pendidikan dan masyarakat yang berada dilingkunganya mengingatkan untuk memakai masker dalam beraktivitas" Bunyi surat himbauan tersebut.
Pada surat himbauan itu untuk memastikan warga satuan pendidikan menjaga kesehatan dan meminum air mineral yang cukup serta buah-buahan.
Asap pekat menyelimuti Kota padang hari ini menurut penelitian karena adanya hembusan angin dari tempat Karhutla.
Diperkirakan jarak pandang pada pagi hari pukul 08.00-09.00 WIB di angka 1.800-2.700 meter, Matahari pun cukup terlihat. Namun pada pukul 09.00 hingga pukul 14.00 WIB ini jarak pandang kembali menurun, angka itu kini 800 meter jarak pandang sehingga pun panasnya matahari tidak dirasakan sedang hari cukup hari terang.
Kita berharap semoga kebakaran ini dapat diatasi dan kabut asapnya segera menghilang secepatnya agar kegiatan Pembalajaran di Sekolah dan aktivitasnya masyarakat pada umumnya dapat kembali beraktivitas seperti biasanya. Kita juga berharap kepada masyarakat agar ada kesadaran terhadap pembakaran suatu lahan atau hutan agar tidak memicu hal-hal yang tidak di inginkan," tutur Pak Zega salah seorang Warga Kota Padang.
Jurnalis : Ev. Zalukhu
Kota Padang di kepung oleh kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutal) hari ini masih menyelimut 5/10/2023.Kondisi kabut Asap ini juga terlihat diberbagai sudut daerah di wilayah Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat terlihat menebal.
Akibat kebakaran tersebut mengeluarkan bau asap yang menyengat pun juga dirasakan oleh warga. Dengan kondisinya sehingga berdampak kabut asap karhutla ini, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yakni infeksi yang menyerang saluran pernapasan seperti flu biasa, influenza, sinus, dan radang tenggorokan meningkat drastis selama kondisi kabut Asap Karhutla tersebut.
Sesuai surat Edaran Walikota Padang Nomor. 441.7/4769/DKK/2023 Tanggal 16 september 2023 Tentang Antisipasi dampak kabut asap, dalam mengantisipasi kualitas udara Yang terjadi saat ini, mendekati batas udara tidak sehat.
Dalam surat edaran Walikota Padang tersebut berbunyi "menghimbau Kepada pihak sekolah untuk membatasi kegiatan pembelajaran diluar ruang seperti Mata Pelajaran Olahraga, juga meminta semua Warga satuan pendidikan dan masyarakat yang berada dilingkunganya mengingatkan untuk memakai masker dalam beraktivitas" Bunyi surat himbauan tersebut.
Pada surat himbauan itu untuk memastikan warga satuan pendidikan menjaga kesehatan dan meminum air mineral yang cukup serta buah-buahan.
Asap pekat menyelimuti Kota padang hari ini menurut penelitian karena adanya hembusan angin dari tempat Karhutla.
Diperkirakan jarak pandang pada pagi hari pukul 08.00-09.00 WIB di angka 1.800-2.700 meter, Matahari pun cukup terlihat. Namun pada pukul 09.00 hingga pukul 14.00 WIB ini jarak pandang kembali menurun, angka itu kini 800 meter jarak pandang sehingga pun panasnya matahari tidak dirasakan sedang hari cukup hari terang.
Kita berharap semoga kebakaran ini dapat diatasi dan kabut asapnya segera menghilang secepatnya agar kegiatan Pembalajaran di Sekolah dan aktivitasnya masyarakat pada umumnya dapat kembali beraktivitas seperti biasanya. Kita juga berharap kepada masyarakat agar ada kesadaran terhadap pembakaran suatu lahan atau hutan agar tidak memicu hal-hal yang tidak di inginkan," tutur Pak Zega salah seorang Warga Kota Padang.
Jurnalis : Ev. Zalukhu




