Mandailing Natal || polhukrim.com
Akibat bangunan Lumbung Desa Laru Bolak Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal tak kunjung selesai meskipun bahan-bahan untuk bangunan tersebut telah tersedia di tempat,tapi masyarakat melihat sudah lebih sebulan bahan tersebut tergeletak namun tak kunjung dikerjakan.
Sehingga masyarakat menilai jika bahan-bahan tersebut tidak segera dipergunakan/dibangunkan maka seperti bahan kayu pasti akan lapuk karena setiap hari ditimpa hujan dan terik matahari.
Salah seorang warga laru bolak yang ia meminta agar namanya tidak dipublikasikan, mengatakan kepada awak media bahwa mereka (masyarakat) sudah menyampaikan persoalan ini kepada Ketua LSM- TAMPERAK Madina dengan maksud agar beliau bersedia membantu warga untuk menyampaikan persoalan yang saat ini sedang terjadi di Desa Laru Bolak Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal karena masyarakat mengaku tidak mengetahui prosedur tentang hal ini dan tidak bisa berargumentasi untuk menyampaikan permasalahan ini kepada Instansi pemerintah yang berwenang dalam menangani persoalan Dana Desa.
"Kami sudah bilang sama Ketua LSM-TAMPERAK Madina tentang pembangunan Lumbung di Desa kami ini yang tak kunjung selesai sampai sekarang, dan berharap agar Ketua LSM-TAMPERAK dapat menyampaikan keluhan kami masyarakat ini kepada Bupati dan Instansi terkait dengan hal ini"ucap seorang pria yang namanya enggan ia sebutkan.
Saat ditanyakan kembali apa yang ingin disampaikan oleh masyarakat kepada Bupati Madina tentang bangunan lumbung tersebut,
M.Yakub Lubis selaku Ketua DPD LSM-TAMPERAK Kabupaten Mandailing Natal saat dikonfirmasi membenarkan adanya keluhan masyarakat yang disampaikan langsung oleh sejumlah warga Desa Laru Bolak kepadanya sehingga atas adanya keluhan dari warga tersebut, membuat ia tergerak harus turun langsung ke lokasi menjalankan tugas dan fungsinya sebagai sosial kontrol untuk melihat langsung sesuai dengan apa yang telah ia dengar dari masyarakat Desa Laru Bolak Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal.
"Ia benar, Masyarakat Desa Laru Bolak menyampaikan keluhan kepada saya terkait bangunan Lumbung di Desa mereka yang sampai saat ini belum dikerjakan"sahut M.Yakub Lubis.
M.Yakub menjelaskan, di saat ia bersama Tim turun ke Desa Laru Bolak menjalankan tugas dan fungsi LSMnya sebagai sosial kontrol, ia melihat bahan-bahan untuk bangunan Lumbung masih tergeletak di atas rumput dan juga batu-batu masih bertumpuk belum ada proses pengerjaan, dan ia juga mengaku telah mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa anggaran untuk kegiatan tersebut diduga sudah dicairkan sebesar Rp.121.065.040; (seratus dua puluh satu juta enam puluh lima ribu empat puluh rupiah)
"Saat kita melihat langsung ke lokasi seperti yang dikeluhkan oleh masyarakat desa laru bolak, ternyata benar, bahan-bahan dari kayu masih tergeletak di atas rerumputan dan juga batu-batu yang rencananya akan digunakan untuk bahan bangunanpun masih bertumpuk belum digunakan, padahal warga mengatakan anggaran untuk pembangunan lumbung tersebut diduga sudah dicairkan"papar Ketua LSM-TAMPERAK Madina itu.
Selain itu, kehadiran M.Yakub di Desa Laru Bolak membuat warga leluasa berbicara tentang persoalan yang terjadi Di Desa mereka, bahkan masyarakat Desa Laru Bolak sepertinya mengambil kesempatan untuk menyampaikan rasa kekesalan mereka atas kinerja Plt Kades "Husni Thamrin" bersama Sekdes "Muhammad" Desa Laru Bolak yang mereka luapkan dihadapan Ketua DPD LSM-TAMPERAK terkait bahan untuk bangunan lumbung yang sudah tersedia hampir 1 (satu) bulan lamanya namun belum juga dikerjakan hingga saat ini.
Terkait dengan para pekerja bangunan,masyarakat mengatakan kepada Ketua DPD LSM-TAMPERAK Madina bahwa mereka mendapatkan info, Plt Kades bersama Sekdes akan mendatangkan Tukang dan pekerja lainnya dari luar desa yang membuat warga semakin geram atas tindakan yang telah dilakukan oleh Plt Kades bersama Sekdes, seolah-olah tidak ada lagi tukang dan para pekerja yang mampu di Desa Laru Bolak, untuk tukang pembangunan lumbung tersebut sehingga harus mendatangkannya dari luar daerah, padahal Dana Desa itu salah satu gunanya adalah untuk memberdayakan masyarakat Desa.
Pihak masyarakat mengatakan, sebelumnya sudah pernah meminta agar pembangunan lumbung tersebut memakai dan melibatkan warga setempat sebagai tukang dan pekerja, akan tetapi oleh pemerintah desa dalam hal ini Sekretaris Desa (Sekdes) tidak mengindahkan permintaan warga dan tetap bersikukuh untuk mempekerjakan tukang dari luar Desa itu sendiri.
"Kami sudah pernah meminta kepada sekdes agar warga disini saja yang dipakai sebagai tukang dan pekerja, tapi sekdes tidak mendengarkan kami"terang warga.
Akibat dari penolakan yang dilakukan oleh Sekdes "Muhammad" atas permintaan warga untuk diberdayakan sebagai tukang dan pekerja dalam pembangunan lumbung tersebut membuat warga geram yang akhirnya pengerjaan lumbung desa laru bolak terkendala.
Masyarakat Desa Laru Bolak menduga ada permainan terselubung antara Plt Kades dan Sekdes Desa Laru Bolak atas anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan bangunan lumbung desa di Desa Laru Bolak sehingga meminta pihak inspektorat madina agar meninjau ulang kinerja Plt Kades laru bolak "Husni Thamrin" bersama Sekdesnya "Muhammad" dan berharap agar pihak Kejaksaan Negeri Madina memerikasa keduanya atas dugaan penyelewengan Dana Desa di Desa Laru Bolak serta masyarakat juga bermohon agar Bupati Madina "HM Ja'far Sukhairi Nasution" mencopot keduanya dari jabatannya masing-masing.(MJ)
Akibat bangunan Lumbung Desa Laru Bolak Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal tak kunjung selesai meskipun bahan-bahan untuk bangunan tersebut telah tersedia di tempat,tapi masyarakat melihat sudah lebih sebulan bahan tersebut tergeletak namun tak kunjung dikerjakan.
Sehingga masyarakat menilai jika bahan-bahan tersebut tidak segera dipergunakan/dibangunkan maka seperti bahan kayu pasti akan lapuk karena setiap hari ditimpa hujan dan terik matahari.
Salah seorang warga laru bolak yang ia meminta agar namanya tidak dipublikasikan, mengatakan kepada awak media bahwa mereka (masyarakat) sudah menyampaikan persoalan ini kepada Ketua LSM- TAMPERAK Madina dengan maksud agar beliau bersedia membantu warga untuk menyampaikan persoalan yang saat ini sedang terjadi di Desa Laru Bolak Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal karena masyarakat mengaku tidak mengetahui prosedur tentang hal ini dan tidak bisa berargumentasi untuk menyampaikan permasalahan ini kepada Instansi pemerintah yang berwenang dalam menangani persoalan Dana Desa.
"Kami sudah bilang sama Ketua LSM-TAMPERAK Madina tentang pembangunan Lumbung di Desa kami ini yang tak kunjung selesai sampai sekarang, dan berharap agar Ketua LSM-TAMPERAK dapat menyampaikan keluhan kami masyarakat ini kepada Bupati dan Instansi terkait dengan hal ini"ucap seorang pria yang namanya enggan ia sebutkan.
Saat ditanyakan kembali apa yang ingin disampaikan oleh masyarakat kepada Bupati Madina tentang bangunan lumbung tersebut,
masyarakat mengatakan:
"Kami minta Bapak Bupati Madina mencopot Plt Kades kami bersama Sekdesnya juga,karena mereka diduga sudah mempermainkan anggaran yang disalurkan untuk masyarakat dan Desa, melalui Dana Desa"ungkap Warga Laru Bolak.
"Kami minta Bapak Bupati Madina mencopot Plt Kades kami bersama Sekdesnya juga,karena mereka diduga sudah mempermainkan anggaran yang disalurkan untuk masyarakat dan Desa, melalui Dana Desa"ungkap Warga Laru Bolak.
M.Yakub Lubis selaku Ketua DPD LSM-TAMPERAK Kabupaten Mandailing Natal saat dikonfirmasi membenarkan adanya keluhan masyarakat yang disampaikan langsung oleh sejumlah warga Desa Laru Bolak kepadanya sehingga atas adanya keluhan dari warga tersebut, membuat ia tergerak harus turun langsung ke lokasi menjalankan tugas dan fungsinya sebagai sosial kontrol untuk melihat langsung sesuai dengan apa yang telah ia dengar dari masyarakat Desa Laru Bolak Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal.
"Ia benar, Masyarakat Desa Laru Bolak menyampaikan keluhan kepada saya terkait bangunan Lumbung di Desa mereka yang sampai saat ini belum dikerjakan"sahut M.Yakub Lubis.
M.Yakub menjelaskan, di saat ia bersama Tim turun ke Desa Laru Bolak menjalankan tugas dan fungsi LSMnya sebagai sosial kontrol, ia melihat bahan-bahan untuk bangunan Lumbung masih tergeletak di atas rumput dan juga batu-batu masih bertumpuk belum ada proses pengerjaan, dan ia juga mengaku telah mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa anggaran untuk kegiatan tersebut diduga sudah dicairkan sebesar Rp.121.065.040; (seratus dua puluh satu juta enam puluh lima ribu empat puluh rupiah)
"Saat kita melihat langsung ke lokasi seperti yang dikeluhkan oleh masyarakat desa laru bolak, ternyata benar, bahan-bahan dari kayu masih tergeletak di atas rerumputan dan juga batu-batu yang rencananya akan digunakan untuk bahan bangunanpun masih bertumpuk belum digunakan, padahal warga mengatakan anggaran untuk pembangunan lumbung tersebut diduga sudah dicairkan"papar Ketua LSM-TAMPERAK Madina itu.
Selain itu, kehadiran M.Yakub di Desa Laru Bolak membuat warga leluasa berbicara tentang persoalan yang terjadi Di Desa mereka, bahkan masyarakat Desa Laru Bolak sepertinya mengambil kesempatan untuk menyampaikan rasa kekesalan mereka atas kinerja Plt Kades "Husni Thamrin" bersama Sekdes "Muhammad" Desa Laru Bolak yang mereka luapkan dihadapan Ketua DPD LSM-TAMPERAK terkait bahan untuk bangunan lumbung yang sudah tersedia hampir 1 (satu) bulan lamanya namun belum juga dikerjakan hingga saat ini.
Terkait dengan para pekerja bangunan,masyarakat mengatakan kepada Ketua DPD LSM-TAMPERAK Madina bahwa mereka mendapatkan info, Plt Kades bersama Sekdes akan mendatangkan Tukang dan pekerja lainnya dari luar desa yang membuat warga semakin geram atas tindakan yang telah dilakukan oleh Plt Kades bersama Sekdes, seolah-olah tidak ada lagi tukang dan para pekerja yang mampu di Desa Laru Bolak, untuk tukang pembangunan lumbung tersebut sehingga harus mendatangkannya dari luar daerah, padahal Dana Desa itu salah satu gunanya adalah untuk memberdayakan masyarakat Desa.
Pihak masyarakat mengatakan, sebelumnya sudah pernah meminta agar pembangunan lumbung tersebut memakai dan melibatkan warga setempat sebagai tukang dan pekerja, akan tetapi oleh pemerintah desa dalam hal ini Sekretaris Desa (Sekdes) tidak mengindahkan permintaan warga dan tetap bersikukuh untuk mempekerjakan tukang dari luar Desa itu sendiri.
"Kami sudah pernah meminta kepada sekdes agar warga disini saja yang dipakai sebagai tukang dan pekerja, tapi sekdes tidak mendengarkan kami"terang warga.
Akibat dari penolakan yang dilakukan oleh Sekdes "Muhammad" atas permintaan warga untuk diberdayakan sebagai tukang dan pekerja dalam pembangunan lumbung tersebut membuat warga geram yang akhirnya pengerjaan lumbung desa laru bolak terkendala.
Masyarakat Desa Laru Bolak menduga ada permainan terselubung antara Plt Kades dan Sekdes Desa Laru Bolak atas anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan bangunan lumbung desa di Desa Laru Bolak sehingga meminta pihak inspektorat madina agar meninjau ulang kinerja Plt Kades laru bolak "Husni Thamrin" bersama Sekdesnya "Muhammad" dan berharap agar pihak Kejaksaan Negeri Madina memerikasa keduanya atas dugaan penyelewengan Dana Desa di Desa Laru Bolak serta masyarakat juga bermohon agar Bupati Madina "HM Ja'far Sukhairi Nasution" mencopot keduanya dari jabatannya masing-masing.(MJ)




