Batu Bara || polhukrim.com
Dalam sebuah diskusi santai namun serius di sebuah warung kopi yang tempatnya sederhana, lima tokoh pemerhati lingkungan dari Kabupaten Bungo menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi lingkungan hidup saat ini.
Mereka mengecam keras pembiaran yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan Aparat Penegak Hukum (APH) terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang semakin merajalela.Adapun deretan nama nama tokoh tersebut: M.Sutami,Ali usman,Parizal.dan dua lainnya.
Menurut para tokoh ini,seluruh aliran sungai di wilayah Bungo kini mengalami kekeruhan parah akibat aktivitas PETI yang tidak terkendali. Kondisi ini dinilai sangat merugikan masyarakat,baik dari sisi kesehatan,ekonomi,hingga ekosistem lingkungan,kata salah satu tokoh M.Sutami hari ini senin (06-10-2025).
Ini sudah darurat lingkungan. Sungai-sungai kita rusak,air tidak bisa digunakan,ikan menghilang. Tapi Pemda dan aparat seolah tutup mata,ujar salah satu tokoh Ali usman yang di Amini 4 tokoh lainnya.
Kelima tokoh ini mendesak agar Pemda dan APH segera bertindak tegas memberantas PETI dan memulihkan kondisi lingkungan yang telah rusak. Mereka juga meminta adanya transparansi dan keterlibatan masyarakat dalam proses pengawasan serta penegakan hukum.
Rilis ini menjadi sinyal peringatan keras bagi pihak-pihak terkait agar tidak terus membiarkan kerusakan lingkungan terjadi tanpa penanganan yang serius. (Erwin Siregar).
Dalam sebuah diskusi santai namun serius di sebuah warung kopi yang tempatnya sederhana, lima tokoh pemerhati lingkungan dari Kabupaten Bungo menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi lingkungan hidup saat ini.
Mereka mengecam keras pembiaran yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan Aparat Penegak Hukum (APH) terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang semakin merajalela.Adapun deretan nama nama tokoh tersebut: M.Sutami,Ali usman,Parizal.dan dua lainnya.
Menurut para tokoh ini,seluruh aliran sungai di wilayah Bungo kini mengalami kekeruhan parah akibat aktivitas PETI yang tidak terkendali. Kondisi ini dinilai sangat merugikan masyarakat,baik dari sisi kesehatan,ekonomi,hingga ekosistem lingkungan,kata salah satu tokoh M.Sutami hari ini senin (06-10-2025).
Ini sudah darurat lingkungan. Sungai-sungai kita rusak,air tidak bisa digunakan,ikan menghilang. Tapi Pemda dan aparat seolah tutup mata,ujar salah satu tokoh Ali usman yang di Amini 4 tokoh lainnya.
Kelima tokoh ini mendesak agar Pemda dan APH segera bertindak tegas memberantas PETI dan memulihkan kondisi lingkungan yang telah rusak. Mereka juga meminta adanya transparansi dan keterlibatan masyarakat dalam proses pengawasan serta penegakan hukum.
Rilis ini menjadi sinyal peringatan keras bagi pihak-pihak terkait agar tidak terus membiarkan kerusakan lingkungan terjadi tanpa penanganan yang serius. (Erwin Siregar).




