Mandailing Natal || polhukrim.com
Pencarian korban yang hanyut terseret derasnya arus sungai pada hari minggu kemaren akhirnya berhenti pada hari ke empat yaitu hari kamis 26/01/23.
Santri kelas VII yang menuntut ilmu di pondok pesantren Musthafawiyah Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal bernama Mursyadi Kamil seorang Pria berasal dari provinsi Riau korban dari keganasan air sungai pada aek singolot ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi.
Pada hari ini sekitar pukul 08.00 wib jenazah mursyadi ditemukan lebih kurang 20KM dari tempat ia terjatuh tepatnya di sekitaran jembatan hutabargot setelah seluruh Tim BPBD, Basarnas, Polres Madina, LSM-WGAB Madina serta Relawan yang terdiri dari Masyarakat Madina dan Santri Pesantren lainnya dari berbagai sekolah melakukan pencarian secara ekstra ketat dengan cara menelusuri sungai dan pinggiran sungai selama tiga hari tiga malam berturut-turut.
Jenazah langsung dibawa ke rumah sakit umum untuk dibersihkan yang kemudian dibawa ke pondok pesantren Musthafawiyah Purba Baru untuk dishalatkan.
Lebih kurang Sebanyak 14.000 orang ikut melakukan shalat jenazah untuk Santri Musthafawiyah Purba Baru yang selanjutnya Jenazah Mursyadil Kamil Siregar rencananya akan dibawa langsung oleh pihak keluarga ke Provinsi Riau.
"Alhamdulillah sudah kita laksanakan fardhu qifayah shalat jenazah dengan 14.000 jemaah santriwan dan santriwati dan ratusan guru serta masyarakat, usai itu kita antar ke kampung halaman untuk dikebumikan," ucap Sekretaris Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mukhlis.
Puluhan guru Pondok pesantren ikut serta dalam mengantarkan jenazah Mursyadi Kamil Siregar yang ditemukan meninggal sekitar 20KM dari tempat kejadian.(MJ)
Pencarian korban yang hanyut terseret derasnya arus sungai pada hari minggu kemaren akhirnya berhenti pada hari ke empat yaitu hari kamis 26/01/23.
Santri kelas VII yang menuntut ilmu di pondok pesantren Musthafawiyah Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal bernama Mursyadi Kamil seorang Pria berasal dari provinsi Riau korban dari keganasan air sungai pada aek singolot ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi.
Pada hari ini sekitar pukul 08.00 wib jenazah mursyadi ditemukan lebih kurang 20KM dari tempat ia terjatuh tepatnya di sekitaran jembatan hutabargot setelah seluruh Tim BPBD, Basarnas, Polres Madina, LSM-WGAB Madina serta Relawan yang terdiri dari Masyarakat Madina dan Santri Pesantren lainnya dari berbagai sekolah melakukan pencarian secara ekstra ketat dengan cara menelusuri sungai dan pinggiran sungai selama tiga hari tiga malam berturut-turut.
Jenazah langsung dibawa ke rumah sakit umum untuk dibersihkan yang kemudian dibawa ke pondok pesantren Musthafawiyah Purba Baru untuk dishalatkan.
Lebih kurang Sebanyak 14.000 orang ikut melakukan shalat jenazah untuk Santri Musthafawiyah Purba Baru yang selanjutnya Jenazah Mursyadil Kamil Siregar rencananya akan dibawa langsung oleh pihak keluarga ke Provinsi Riau.
"Alhamdulillah sudah kita laksanakan fardhu qifayah shalat jenazah dengan 14.000 jemaah santriwan dan santriwati dan ratusan guru serta masyarakat, usai itu kita antar ke kampung halaman untuk dikebumikan," ucap Sekretaris Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mukhlis.
Puluhan guru Pondok pesantren ikut serta dalam mengantarkan jenazah Mursyadi Kamil Siregar yang ditemukan meninggal sekitar 20KM dari tempat kejadian.(MJ)




