Mandailing Natal || polhukrim.com
Sebagai bentuk kepedulian terhadap Korban hanyut terbawa derasnya arus sungai di wilayah aek singolot kabupaten Mandailing Natal, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Madina lakukan koordinasi dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina dalam membantu upaya tindakan pencarian.(25/01/23)
Seperti diketahui, Korban bernama Mursyadi Kamil seorang santri pondok pesantren Musthafawiyah Purba Baru asal Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Provinsi Riau yang terseret arus sungai akibat debit air naik disaat hujan deras mengguyur panyabungan minggu sore hingga dini hari.
Hari ini rabu 25-01-23 sudah merupakan hari ke 3 (tiga), Tim BPBD dan Basarnas bahkan Tim Polres Madina serta masyarakat madina sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan tindakan pencarian namun hingga sore hari ini belum mendapatkan hasil dan bahkan tidak satupun ditemukan tanda tanda yang bisa dijadikan petunjuk tentang korban. Mukhsin Nasution Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal mengatakan akan terus berupaya secara maksimal dengan semua peralatan dan perlengkapan yang telah disiapkan dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
"Kita akan melakukan upaya pencarian semaksimal mungkin dan akan menggunakan segala perlengkapan yang telah dipersiapkan, mudah-mudahan korban dapat secepatnya ditemukan"ucap Mukhsin Nasution
Sementara itu, Eddy Sofyan Lubis Wakil Ketua LSM-WGAB Madina mengatakan akan terus turut dalam membantu pencarian korban dan berharap korban dapat ditemukan secepatnya.
"Kami dari LSM-WGAB Madina akan terus turut serta dalam melakukan upaya pencarian korban, semoga korban ditemukan secepatnya"Pungkas Eddy.
Hari ini BPBD dan Basarnas kembali membagi Tim menjadi 4 (empat) bagian. Tim I dan II bertugas menyisir arus sungai Batang Gadis mulai dari bendungan Aek Godang sampai Kecamatan Nagajuang, sementara Tim III akan berjaga disekitaran bendungan Batang Gadis dengan menggunakan perahu karet serta untuk tim ke IV akan menyisir kembali mulai dari Tempat hanyutnya korban di Aek Singolot Purba Baru hingga bendungan Batang Gadis. Selain itu, BPBD dan Basarnas juga telah mendirikan Posko disekitar sungai batang gadis aek godang
Komandan Pos Tim Basarnas Madina 'Rizal Rangkuty menjelaskan bahwa tim sudah dibekali rute serta peralatan yang lengkap untuk menyisir arus sungai.
"Seluruh tim sudah dibekali rute dan juga peralatan yang lengkap dalam upaya tindakan pencarian korban"ucap Rizal.
Kepala BPBD Madina 'Mukhsin Nasution juga mengatakan bahwa Posko penjagaan telah didirikan disekitar Bendungan Aek Godang Batang Gadis.
” Posko kita dirikan sebagai tempat kita untuk istirahat sambil menyusun rencana kedepan untuk terus berupaya melakukan pencarian serta posko ini kita jadikan sebagai tempat menampung informasi dari setiap masyarakat tentunya dalam membantu serta memberikan saran dan masukan terhadap upaya tindakan pencarian korban" Pungkas Mukhsin Nasution.(MJ)
Sebagai bentuk kepedulian terhadap Korban hanyut terbawa derasnya arus sungai di wilayah aek singolot kabupaten Mandailing Natal, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Madina lakukan koordinasi dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina dalam membantu upaya tindakan pencarian.(25/01/23)
Seperti diketahui, Korban bernama Mursyadi Kamil seorang santri pondok pesantren Musthafawiyah Purba Baru asal Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Provinsi Riau yang terseret arus sungai akibat debit air naik disaat hujan deras mengguyur panyabungan minggu sore hingga dini hari.
Hari ini rabu 25-01-23 sudah merupakan hari ke 3 (tiga), Tim BPBD dan Basarnas bahkan Tim Polres Madina serta masyarakat madina sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan tindakan pencarian namun hingga sore hari ini belum mendapatkan hasil dan bahkan tidak satupun ditemukan tanda tanda yang bisa dijadikan petunjuk tentang korban. Mukhsin Nasution Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal mengatakan akan terus berupaya secara maksimal dengan semua peralatan dan perlengkapan yang telah disiapkan dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
"Kita akan melakukan upaya pencarian semaksimal mungkin dan akan menggunakan segala perlengkapan yang telah dipersiapkan, mudah-mudahan korban dapat secepatnya ditemukan"ucap Mukhsin Nasution
Sementara itu, Eddy Sofyan Lubis Wakil Ketua LSM-WGAB Madina mengatakan akan terus turut dalam membantu pencarian korban dan berharap korban dapat ditemukan secepatnya.
"Kami dari LSM-WGAB Madina akan terus turut serta dalam melakukan upaya pencarian korban, semoga korban ditemukan secepatnya"Pungkas Eddy.
Hari ini BPBD dan Basarnas kembali membagi Tim menjadi 4 (empat) bagian. Tim I dan II bertugas menyisir arus sungai Batang Gadis mulai dari bendungan Aek Godang sampai Kecamatan Nagajuang, sementara Tim III akan berjaga disekitaran bendungan Batang Gadis dengan menggunakan perahu karet serta untuk tim ke IV akan menyisir kembali mulai dari Tempat hanyutnya korban di Aek Singolot Purba Baru hingga bendungan Batang Gadis. Selain itu, BPBD dan Basarnas juga telah mendirikan Posko disekitar sungai batang gadis aek godang
Komandan Pos Tim Basarnas Madina 'Rizal Rangkuty menjelaskan bahwa tim sudah dibekali rute serta peralatan yang lengkap untuk menyisir arus sungai.
"Seluruh tim sudah dibekali rute dan juga peralatan yang lengkap dalam upaya tindakan pencarian korban"ucap Rizal.
Kepala BPBD Madina 'Mukhsin Nasution juga mengatakan bahwa Posko penjagaan telah didirikan disekitar Bendungan Aek Godang Batang Gadis.
” Posko kita dirikan sebagai tempat kita untuk istirahat sambil menyusun rencana kedepan untuk terus berupaya melakukan pencarian serta posko ini kita jadikan sebagai tempat menampung informasi dari setiap masyarakat tentunya dalam membantu serta memberikan saran dan masukan terhadap upaya tindakan pencarian korban" Pungkas Mukhsin Nasution.(MJ)






