Mandailing Natal || polhukrim.com
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal Bentuk 3 (Tiga) Tim dalam upaya pencarian korban hanyut terbawa derasnya arus sungai tepatnya aek singolot yang diketahui tadi malam sekitar pukul 19.45 wib debit sungai aek singolot naik akibat hujan deras yang mengguyur panyabungan mulai pukul 15.00 wib senin sore hingga dini hari.
Kepala BPBD madina menerangkan, bahwa sampai saat ini korban belum ditemukan namun pencarian akan terus dilakukan.
Beliau juga menyampaikan sudah bermusyawarah dengan Basarnas dan pagi ini sudah di bentuk 3 (tiga) tim dalam pencarian korban yang mana tim 1 melakukan penyisiran mulai dari tempat kejadian sampai ke jembatan tabakkar, tim 2 dimulai dari jembatan tabakkar sampai sekitaran aek singolot, serta tim 3 melakukan penyisiran dengan memakai perahu karet dari aek singolot sampai ke bendungan aek godang.
“Kita sudah musyawarahkan dengan Basarnas, pagi ini kita sudah bentuk tiga tim, dalam upaya pencarian korban lebih lanjut,”ucap Mukhsin,(24/01/23).
Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam satu tim terdiri dari lima (5) orang dan akan terus kita lakukan pencarian pagi hari ini hingga sore nanti,"tambahnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal 'Mukhsin Nasution menghimbau kepada warga yang berada di bantaran sungai dan rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan yang tidak menentu pada saat ini.
“Kami menghimbau kepada warga yang bermukim diwilayah bantaran sungai, dan juga bermukim di tempat yang berpotensi longsor agar lebih waspada dan berhati hati,”pungkasnya.
Korban yang hanyut terbawa arus sungai diketahui adalah seorang santri pondok pesantren Musthafawiyah Purba Baru Kabupaten Mandailing Natal bernama Mursyadil Kamil (20) tahun berasal dari Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Provinsi Riau."bersambung"(MJ)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal Bentuk 3 (Tiga) Tim dalam upaya pencarian korban hanyut terbawa derasnya arus sungai tepatnya aek singolot yang diketahui tadi malam sekitar pukul 19.45 wib debit sungai aek singolot naik akibat hujan deras yang mengguyur panyabungan mulai pukul 15.00 wib senin sore hingga dini hari.
Kepala BPBD madina menerangkan, bahwa sampai saat ini korban belum ditemukan namun pencarian akan terus dilakukan.
Beliau juga menyampaikan sudah bermusyawarah dengan Basarnas dan pagi ini sudah di bentuk 3 (tiga) tim dalam pencarian korban yang mana tim 1 melakukan penyisiran mulai dari tempat kejadian sampai ke jembatan tabakkar, tim 2 dimulai dari jembatan tabakkar sampai sekitaran aek singolot, serta tim 3 melakukan penyisiran dengan memakai perahu karet dari aek singolot sampai ke bendungan aek godang.
“Kita sudah musyawarahkan dengan Basarnas, pagi ini kita sudah bentuk tiga tim, dalam upaya pencarian korban lebih lanjut,”ucap Mukhsin,(24/01/23).
Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam satu tim terdiri dari lima (5) orang dan akan terus kita lakukan pencarian pagi hari ini hingga sore nanti,"tambahnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal 'Mukhsin Nasution menghimbau kepada warga yang berada di bantaran sungai dan rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan yang tidak menentu pada saat ini.
“Kami menghimbau kepada warga yang bermukim diwilayah bantaran sungai, dan juga bermukim di tempat yang berpotensi longsor agar lebih waspada dan berhati hati,”pungkasnya.
Korban yang hanyut terbawa arus sungai diketahui adalah seorang santri pondok pesantren Musthafawiyah Purba Baru Kabupaten Mandailing Natal bernama Mursyadil Kamil (20) tahun berasal dari Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Provinsi Riau."bersambung"(MJ)




