Pelalawan || polhukrim.com
Indah Ananda selaku ketua Umum Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kecamatan Kerumutan (HIPMAKER) periode 2022-2023 angkat bicara saat turun kejalan melihat kondisi Jalan yang ada di kecamatan Kerumutan terutama jalan dusun 3 kayuara dan dusun 4 bukit garam, Hal ini tentunya menjadi sorotan umum dan keluhan masyarakat Kerumutan sebab jalan yang rusak dan berdebu menimbulkan keresahan masyarakat setempat.
“ Perusahaan Peron Permana adalah peron terbesar yang ada di kecamatan kerumutan namun, peron Permana tidak ada melakukan perawatan jalan poros yang dilewati oleh kendaraan pengangkut Buah sawit miliknya, bahkan muatan pengangkut Buah sawit tersebut melebihi batas maximal yang di tentukan oleh PUPR dan Dinas Perhubungan Pelalawan “ Kata indah selaku ketua HIPMAKER.
Indah juga menambahkan “ Kalau seperti ini jalan bukan lagi menjadi salah satu alat alternatif masyarakat untuk berlalu lintas melainkan Mala petaka bagi Masyarakat setempat, karena jalan yang tidak layak dipakai ini akan banyak menimbulkan kecelakaan, Sudah berulang kali jalan ini menjadi pembahasan yg intens terhadap pemerintah, Perusahaan dan peron yang ada di kerumutan, Bahkan HIPMAKER sendiri sudah pernah melakukan Audiensi di kantor camat bersama instansi terkait Namun, saat ini permasalahan ini juga belum diperhatikan sepenuhnya, Saya meminta kepada Dinas Perhubungan agar Kerumutan menjadi perhatian Khusus mengenai Jalan ini “ ujarnya.
Indah menegaskan sekali lagi, ini adalah peringatan Khusus bagi Perusahaan Peron yang ada di kecamatan Kerumutan, jika hal ini juga tidak bisa di indahkan sekiranya saya dan kawan-kawan Mahasiswa Kerumutan sebagai Agent of Control akan menindak lanjuti hal tersebut Saya juga berharap kedepannya dalam waktu yang tidak di ulur, artinya ini adalah penting dan mendesak agar Perusahaan Peron Permana bisa memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat kecamatan kerumutan bahkan ini juga berlaku untuk seluruh pihak pemerintah, perusahaan, dan peron yang beroperasi di kecamatan Kerumutan agar bisa memberikan feedback untuk masyarakat setempat.(Red/RZ)
Indah Ananda selaku ketua Umum Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kecamatan Kerumutan (HIPMAKER) periode 2022-2023 angkat bicara saat turun kejalan melihat kondisi Jalan yang ada di kecamatan Kerumutan terutama jalan dusun 3 kayuara dan dusun 4 bukit garam, Hal ini tentunya menjadi sorotan umum dan keluhan masyarakat Kerumutan sebab jalan yang rusak dan berdebu menimbulkan keresahan masyarakat setempat.
“ Perusahaan Peron Permana adalah peron terbesar yang ada di kecamatan kerumutan namun, peron Permana tidak ada melakukan perawatan jalan poros yang dilewati oleh kendaraan pengangkut Buah sawit miliknya, bahkan muatan pengangkut Buah sawit tersebut melebihi batas maximal yang di tentukan oleh PUPR dan Dinas Perhubungan Pelalawan “ Kata indah selaku ketua HIPMAKER.
Indah juga menambahkan “ Kalau seperti ini jalan bukan lagi menjadi salah satu alat alternatif masyarakat untuk berlalu lintas melainkan Mala petaka bagi Masyarakat setempat, karena jalan yang tidak layak dipakai ini akan banyak menimbulkan kecelakaan, Sudah berulang kali jalan ini menjadi pembahasan yg intens terhadap pemerintah, Perusahaan dan peron yang ada di kerumutan, Bahkan HIPMAKER sendiri sudah pernah melakukan Audiensi di kantor camat bersama instansi terkait Namun, saat ini permasalahan ini juga belum diperhatikan sepenuhnya, Saya meminta kepada Dinas Perhubungan agar Kerumutan menjadi perhatian Khusus mengenai Jalan ini “ ujarnya.
Indah menegaskan sekali lagi, ini adalah peringatan Khusus bagi Perusahaan Peron yang ada di kecamatan Kerumutan, jika hal ini juga tidak bisa di indahkan sekiranya saya dan kawan-kawan Mahasiswa Kerumutan sebagai Agent of Control akan menindak lanjuti hal tersebut Saya juga berharap kedepannya dalam waktu yang tidak di ulur, artinya ini adalah penting dan mendesak agar Perusahaan Peron Permana bisa memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat kecamatan kerumutan bahkan ini juga berlaku untuk seluruh pihak pemerintah, perusahaan, dan peron yang beroperasi di kecamatan Kerumutan agar bisa memberikan feedback untuk masyarakat setempat.(Red/RZ)




