Mandailing Natal || polhukrim.com
Tingginya curah hujan yang mengguyur panyabungan menyebabkan terjadinya kebanjiran pada sejumlah titik di Ibu Kota Kabupaten Mandailing Natal pada sabtu malam,04/02/23.
Tingginya air bervariasi mulai dari sekitar 35cm hingga mencapai 70cm mulai dari pasar baru sampai ke pasar lama kota panyabungan Kabupaten Mandailing Natal dan bahkan air juga kali ini sampai memasuki area pertokoan hingga ke dalam toko warga.
"Setiap hujan turun kami mulai khawatir bg karena kami takut apabila paret tersumbat maka air akan naik ke jalan bahkan yang kami takutkan adalah air sampai masuk ke toko saya seperti sekarang ini bg"ucap Lian pemilik toko.
Titik terparah banjir kali ini berada pada dua titik, satu di sipolu-polu dan satunya lagi di pasar lama. Sehingga setiap roda dua dan roda empat yang mencoba nekat menerobos banjir banyak yang mogok bahkan mati mesin mendadak ditengah-tengah banjir sehingga pengendara dan warga harus menariknya dari tengah-tengah banjir.
Banyak pedagang yang mengeluhkan keadaan paret jalan yang sering tersumbat apabila hujan turun dan selalu mengalami banjir akibat paret tidak mampu menampun air,Pedagang juga mengaku kesulitan dan tidak bisa beraktivitas membuka usahanya akibat banjir yang menggenangi jalan raya dan toko miliknya.
Warga berharap agar pemerintah Kabupaten Madina turun tangan mengatasi permasalahan banjir yang sudah menjadi langganan serta meminta petugas kebersihan segera membersihkan saluran parit dan meninggikan tanggul agar air tidak lagi menggenangi jalan dan masuk ke areal pertokoan warga.(MJ)
Tingginya curah hujan yang mengguyur panyabungan menyebabkan terjadinya kebanjiran pada sejumlah titik di Ibu Kota Kabupaten Mandailing Natal pada sabtu malam,04/02/23.
Tingginya air bervariasi mulai dari sekitar 35cm hingga mencapai 70cm mulai dari pasar baru sampai ke pasar lama kota panyabungan Kabupaten Mandailing Natal dan bahkan air juga kali ini sampai memasuki area pertokoan hingga ke dalam toko warga.
"Setiap hujan turun kami mulai khawatir bg karena kami takut apabila paret tersumbat maka air akan naik ke jalan bahkan yang kami takutkan adalah air sampai masuk ke toko saya seperti sekarang ini bg"ucap Lian pemilik toko.
Titik terparah banjir kali ini berada pada dua titik, satu di sipolu-polu dan satunya lagi di pasar lama. Sehingga setiap roda dua dan roda empat yang mencoba nekat menerobos banjir banyak yang mogok bahkan mati mesin mendadak ditengah-tengah banjir sehingga pengendara dan warga harus menariknya dari tengah-tengah banjir.
Banyak pedagang yang mengeluhkan keadaan paret jalan yang sering tersumbat apabila hujan turun dan selalu mengalami banjir akibat paret tidak mampu menampun air,Pedagang juga mengaku kesulitan dan tidak bisa beraktivitas membuka usahanya akibat banjir yang menggenangi jalan raya dan toko miliknya.
Warga berharap agar pemerintah Kabupaten Madina turun tangan mengatasi permasalahan banjir yang sudah menjadi langganan serta meminta petugas kebersihan segera membersihkan saluran parit dan meninggikan tanggul agar air tidak lagi menggenangi jalan dan masuk ke areal pertokoan warga.(MJ)




