Mandailing Natal || polhukrim.com
Dana BOS dijadikan ladang Bisnis Diduga Oknum Disdik Madina Teramat Sadis !!! Satu orang pun tidak ada yang berani keluar menanggapi aksi Mahasiswa tersebut.
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dari Koalisi Mahasiswa Anti Penindasan Mandailing Natal (KOMANDAN MADINA) kembali unjuk rasa ke kantor Dinas Pendidikan Madina yang sekian kalinya pada hari Senin 03 Maret 2023.
Terkait program Tes IQ yang dianggarkan dari Dana BOS tahun 2023 diduga kuat menjadi ladang bisnis bagi segelintir oknum.
Robi Nasution dalam orasinya "Berdasarkan data yang kami kantongi terdapat 412 Sekolah Dasar dan 85 Sekolah Menengah Pertama yang akan menjadi obejek kegiatan test IQ tersebut.
Kemudian untuk sekolah Dasar di mulai dari kelas III-VI dan Sekolah Menengah Pertama mulai dari kelas I-III dengan taksasi belanja Rp. 125.000,-/orang. Sehingga kalau di buat suatu kalkulasi anggaran andaikata dalam perlokal ada di muat 30 orang siswa/i maka : 30/orang x 4 kelas x Rp. 125.000,- x 412 sekolah = Rp. 6.180.000.000 untuk sekoalah dasar dan 30/0rang x 3 kelas x 85 sekolah x 125.000,- = Rp. 956.250.000,- Untuk sekolah SMP, sehingga jika di totalkan keseluruhan maka ( 6.180.000.000 + 956. 250.000 = Rp. 7.136.250.000,-) atau Tujuh Milyar seratus tiga puluh enam juta dua ratus lima puluh ribu rupiah lah anggaran dana bos yang akan terserap hanya untuk sebuah Test IQ yang tujuan nya tidak akuntabel dan kami menduga bahwa pelaksana kegiatan tersebut juga di lakukan oleh lembaga yang tidak kredibilitas. Sehingga dalam hal ini kami khawatir dunia pendidikan kedepan akan menuju suatu kehancuran akibat kepentingan". Ucapnya.
Dan dari hasil investigasi yang kami himpun ada sebuah Ultimatum dari Oknum Disdik untuk wajib mengikuti Program tersebut. Jikalau tidak maka Dana BOS tahun 2023 tidak dicairkan. Dan ironisnya ada temuan kami bahwa dari oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut mengatakan untuk tidak dimasukkan dalam RKAS pada pengalokasian Dana BOS tersebut. Sehingga dengan ini semua makin kuat dugaan kita ladang bisnis bagi Mafia. Ucapnya.
Seharusnya Dana Bos tersebut dikelola sebagaimana mestinya bukan untuk memperkaya diri semata. Tambah Robi Nasution.
Sementara Feri Laso Lubis menyampaikan dalam orasinya "Sesuai hasil investigasi kami dari KOMANDAN MADINA kami menduga di tubuh Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal telah terjadi sebuah Koorporasi kejahatan kemanusiaan, dengan banyaknya kejanggalan-kejanggalan yang kami temui di lapangan". Ujarnya.
"Dan dalam Program Tes IQ tersebut berlangsung banyak kejanggalan, diantaranya ada salah satu sekolah ketika Test IQ berlangsung ada sebagian siswa yang disuruh pulang, padahal siswa tersebut peserta dari test IQ itu sendiri. Dan kuat dugaan program tersebut hanya Formalitas dan dijadikan ajang cuan untuk lebaran". Tambahnya.
Tapi ironisnya Pihak Kantor Dinas Pendidikan Madina satu pun tidak ada yang berani keluar untuk menanggapinya. Dan Mahasiswa tersebut membubarkan diri dan lanjut ke kantor Bupati Madina.
Robi Nasution menyampaikan di depan Kantor Bupati Madina Mahasiswa meminta untuk mencopot PLT Kadis Pendidikan Madina karena diduga kuat banyaknya terlibat sejumlah masalah yang tentunya bisa merugikan Masyarakat Mandailing Natal Khususnya.
Sekda Madina Alamulhaq Daulay, SH menanggapi aksi Mahasiswa tersebut.
"Terimakasih pada adek-adek Mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya. Terkait persoalan tersebut adek-adek Mahasiswa meminta untuk Mencopot Kadis Pendidikan Madina akan kita sampaikan pada Pak Bupati, karna Bapak Bupati sedang diluar kota" Ujarnya.
Adapun tuntutan Koalisi Mahasiswa Anti Penindasan Mandailing Natal (KOMANDAN MADINA) sebagai berikut :
1. Meminta kepada Bupati-Wakil Bupati Mandailing Natal untuk segera mengkaji kembali keputusan nya dalam hal menetapkan PLT. Kadis Pendidikan serta dan Menejer Bos yang kami duga dalang dari dugaan kami di atas.
Jika Perlu Copot Kadis Pendidikan dan Manajer BOS juga oknum yang terlibat dalam dugaan tersebut. Karena kami khawatir kedepan akan membawa preseden buruk terhadap citra Sukhairi-Atika.
2. Meminta Kepala Dinas Pendidikan jika memang test IQ tesebut telah sesuai dengan juknis yang ada kami dari KOMANDAN MADINA meminta surat perintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Budaya yang terusannya hingga ke daerah.
Kami juga meminta profil lembaga pelaksana test IQ tersebut. Dan seng penting bagaimana teknis pelaksanaan nya dilapangan apakah sudah semua sekolah test IQ di lakukan atau hanya saja beberapa sekolah sebagai sample yang tujuan nya untuk sebuah LPJ yang akan di muat di RKAS dalam konteks pelengkap berkas dalam mencairkan dana Bos nantinya.
3. Meminta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal untuk mengundurkan diri dari jabatannya karena dinilai sudah lalai dalam menjalankan tugasnya dan diduga banyaknya persoalan yang merugikan masyarakat Mandailing Natal khususnya.
4.meminta kepada Kepala Kejaksaan Negeri Panyabungan untuk segera memanggil oknuk-oknum yang kami duga terlibat atas dugaan kami tersebut.(MJ)
Dana BOS dijadikan ladang Bisnis Diduga Oknum Disdik Madina Teramat Sadis !!! Satu orang pun tidak ada yang berani keluar menanggapi aksi Mahasiswa tersebut.
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dari Koalisi Mahasiswa Anti Penindasan Mandailing Natal (KOMANDAN MADINA) kembali unjuk rasa ke kantor Dinas Pendidikan Madina yang sekian kalinya pada hari Senin 03 Maret 2023.
Terkait program Tes IQ yang dianggarkan dari Dana BOS tahun 2023 diduga kuat menjadi ladang bisnis bagi segelintir oknum.
Robi Nasution dalam orasinya "Berdasarkan data yang kami kantongi terdapat 412 Sekolah Dasar dan 85 Sekolah Menengah Pertama yang akan menjadi obejek kegiatan test IQ tersebut.
Kemudian untuk sekolah Dasar di mulai dari kelas III-VI dan Sekolah Menengah Pertama mulai dari kelas I-III dengan taksasi belanja Rp. 125.000,-/orang. Sehingga kalau di buat suatu kalkulasi anggaran andaikata dalam perlokal ada di muat 30 orang siswa/i maka : 30/orang x 4 kelas x Rp. 125.000,- x 412 sekolah = Rp. 6.180.000.000 untuk sekoalah dasar dan 30/0rang x 3 kelas x 85 sekolah x 125.000,- = Rp. 956.250.000,- Untuk sekolah SMP, sehingga jika di totalkan keseluruhan maka ( 6.180.000.000 + 956. 250.000 = Rp. 7.136.250.000,-) atau Tujuh Milyar seratus tiga puluh enam juta dua ratus lima puluh ribu rupiah lah anggaran dana bos yang akan terserap hanya untuk sebuah Test IQ yang tujuan nya tidak akuntabel dan kami menduga bahwa pelaksana kegiatan tersebut juga di lakukan oleh lembaga yang tidak kredibilitas. Sehingga dalam hal ini kami khawatir dunia pendidikan kedepan akan menuju suatu kehancuran akibat kepentingan". Ucapnya.
Dan dari hasil investigasi yang kami himpun ada sebuah Ultimatum dari Oknum Disdik untuk wajib mengikuti Program tersebut. Jikalau tidak maka Dana BOS tahun 2023 tidak dicairkan. Dan ironisnya ada temuan kami bahwa dari oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut mengatakan untuk tidak dimasukkan dalam RKAS pada pengalokasian Dana BOS tersebut. Sehingga dengan ini semua makin kuat dugaan kita ladang bisnis bagi Mafia. Ucapnya.
Seharusnya Dana Bos tersebut dikelola sebagaimana mestinya bukan untuk memperkaya diri semata. Tambah Robi Nasution.
Sementara Feri Laso Lubis menyampaikan dalam orasinya "Sesuai hasil investigasi kami dari KOMANDAN MADINA kami menduga di tubuh Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal telah terjadi sebuah Koorporasi kejahatan kemanusiaan, dengan banyaknya kejanggalan-kejanggalan yang kami temui di lapangan". Ujarnya.
"Dan dalam Program Tes IQ tersebut berlangsung banyak kejanggalan, diantaranya ada salah satu sekolah ketika Test IQ berlangsung ada sebagian siswa yang disuruh pulang, padahal siswa tersebut peserta dari test IQ itu sendiri. Dan kuat dugaan program tersebut hanya Formalitas dan dijadikan ajang cuan untuk lebaran". Tambahnya.
Tapi ironisnya Pihak Kantor Dinas Pendidikan Madina satu pun tidak ada yang berani keluar untuk menanggapinya. Dan Mahasiswa tersebut membubarkan diri dan lanjut ke kantor Bupati Madina.
Robi Nasution menyampaikan di depan Kantor Bupati Madina Mahasiswa meminta untuk mencopot PLT Kadis Pendidikan Madina karena diduga kuat banyaknya terlibat sejumlah masalah yang tentunya bisa merugikan Masyarakat Mandailing Natal Khususnya.
Sekda Madina Alamulhaq Daulay, SH menanggapi aksi Mahasiswa tersebut.
"Terimakasih pada adek-adek Mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya. Terkait persoalan tersebut adek-adek Mahasiswa meminta untuk Mencopot Kadis Pendidikan Madina akan kita sampaikan pada Pak Bupati, karna Bapak Bupati sedang diluar kota" Ujarnya.
Adapun tuntutan Koalisi Mahasiswa Anti Penindasan Mandailing Natal (KOMANDAN MADINA) sebagai berikut :
1. Meminta kepada Bupati-Wakil Bupati Mandailing Natal untuk segera mengkaji kembali keputusan nya dalam hal menetapkan PLT. Kadis Pendidikan serta dan Menejer Bos yang kami duga dalang dari dugaan kami di atas.
Jika Perlu Copot Kadis Pendidikan dan Manajer BOS juga oknum yang terlibat dalam dugaan tersebut. Karena kami khawatir kedepan akan membawa preseden buruk terhadap citra Sukhairi-Atika.
2. Meminta Kepala Dinas Pendidikan jika memang test IQ tesebut telah sesuai dengan juknis yang ada kami dari KOMANDAN MADINA meminta surat perintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Budaya yang terusannya hingga ke daerah.
Kami juga meminta profil lembaga pelaksana test IQ tersebut. Dan seng penting bagaimana teknis pelaksanaan nya dilapangan apakah sudah semua sekolah test IQ di lakukan atau hanya saja beberapa sekolah sebagai sample yang tujuan nya untuk sebuah LPJ yang akan di muat di RKAS dalam konteks pelengkap berkas dalam mencairkan dana Bos nantinya.
3. Meminta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal untuk mengundurkan diri dari jabatannya karena dinilai sudah lalai dalam menjalankan tugasnya dan diduga banyaknya persoalan yang merugikan masyarakat Mandailing Natal khususnya.
4.meminta kepada Kepala Kejaksaan Negeri Panyabungan untuk segera memanggil oknuk-oknum yang kami duga terlibat atas dugaan kami tersebut.(MJ)




