Mandailing Natal || polhukrim.com
Sampai saat ini akses jalan rusak di desa rao-rao lombang Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal belum juga ada perbaikan.
Masyarakat bingung atas kinerja Dinas PUPR Madina yang dinilai lamban dan kurang tanggap terhadap keluhan warga,apalagi keluhan yang disampaikan menyangkut dengan kepentingan umum dan merupakan satu-satunya akses jalan menuju 3 (tiga) desa paling ujung di Kecamatan Tambangan.
Sebelumnya, warga mengakui keluhan jalan rusak ini di viralkan pertama kalinya oleh awak media polhukrim madina, awak media tinta rakyat, awak media amornews dan LSM-WGAB Madina karena menurut keterangan warga, mereka sengaja memanggil awak media tersebut untuk datang ke desa mereka melihat akses jalan yang rusak tersebut serta meminta kepada para wartawan yang diundang agar menyampaikan keluhan masyarakat kepada instansi terkait dan memberitakan tentang kondisi jalan rusak di desa mereka.
Keraguan masyarakat mulai menipis dan keceriaan warga pun sudah hampir terlihat karena seminggu setelah para wartawan yang di undang memviralkan jalan rusak tersebut melalui pemberitaan, perwakilan dari dinas PU madina sudah terlihat dilokasi melakukan peninjauan, tidak lama kemudian batu sudah mulai terlihat ada di lokasi yang menurut warga batu itu akan digunakan untuk dek penahan air ataupun bronjong.
Namun, setelah batu terkumpul dipinggir jalan sampai dengan saat ini belum juga ada tanda-tanda akan diperbaiki,sehingga warga mulai kembali gelisah apakah dinas PUPR madina menunggu jalan ambruk dulu, atau menunggu dana perawatan melewati batas waktu agar perbaikan jalan tersebut dibangun dengan menggunakan anggaran yang baru?.
"Entah sampai kapan jalan rusak didesa kami ini dibiarkan tanpa perbaikan, seminggu yang lalu kami sudah melihat bebatuan diantar ke lokasi jalan rusak, menurut kami batu itu akan digunakan sebagai bronjong penahan air,tapi sampai sekarang batu tetap tergeletak dipinggir jalan sementara tindakan perbaikan belum kami lihat adanya pelaksanaan",ungkap seorang warga inisial AL,(7/7/23).
Kepala Desa rao-rao lombang"Syaiful" saat dikonfirmasi pun mengatakan belum ada perbaikan sampai sekarang terkait jalan rusak tersebut dan saat ditanya apa kendala ia mengakui tidak mengetahuinya.
"Belum diperbaiki kulihat, gak tau apa yang menjadi kendala, yang jelas saya lihat batu sudah diantar kesitu tapi kurang tau kapan akan dimulai pekerjaanny"ucap Kepdes.
Wakil ketua LSM-WGAB Madina "Eddy Sofyan Lubis" sangat menyayangkan hal tersebut karena sepengetahuannya jalan itu selesai dibangun/diaspal baru sekitar 4 (empat) bulan sudah mulai rusak, dan apabila kerusakan terjadi selama batas waktu belum berakhir ia mengungkapkan semestinya disitu ada satu anggaran yang diperuntukkan sebagai dana perawatan tapi dana itu seakan lenyap dilihat dari lambannya dinas PUPR Madina dalam melakukan perbaikan.
"Kan ada anggaran perawatan selama batas usia jalan yang ditentukan belum mencapai limit, lantas kemana anggaran tersebut, mengapa sampai saat ini belum juga diperbaiki"tegas Eddy.
Dalam hal ini, eddy pun meminta dinas PUPR madina agar tidak menutup mata terhadap jalan rusak di desa rao-rao lombang,apapun kendala yang menjadi penghalang itu sudah resiko, namun setiap pekerjaan yang dilakukan harus dipertanggung jawabkan"pungkas Eddy.
Masyarakat pun meminta kepada Kadis PUPR madina "Elvi Yanti" agar tidak terlalu sibuk dalam pekerjaan yang baru sehingga melupakan pekerjaan lama yang saat ini kondisinya sedang mengancam, apalagi saat ini sedang musim hujan, tentunya hal ini menimbulkan ke khawatiran bagi warga setempat karena sewaktu-waktu debit air sungai bisa naik akibat belakangan ini sering diguyur hujan dan tentunya apabila itu terjadi,maka kondisi jalan akan darurat dan diperkirakan jalan rusak tersebut bisa terputus total yang akhirnya menghambat laju perekonomian di wilayah tiga desa paling ujung di Kecamatan Tambangan Tersebut.(MJ)
Sampai saat ini akses jalan rusak di desa rao-rao lombang Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal belum juga ada perbaikan.
Masyarakat bingung atas kinerja Dinas PUPR Madina yang dinilai lamban dan kurang tanggap terhadap keluhan warga,apalagi keluhan yang disampaikan menyangkut dengan kepentingan umum dan merupakan satu-satunya akses jalan menuju 3 (tiga) desa paling ujung di Kecamatan Tambangan.
Sebelumnya, warga mengakui keluhan jalan rusak ini di viralkan pertama kalinya oleh awak media polhukrim madina, awak media tinta rakyat, awak media amornews dan LSM-WGAB Madina karena menurut keterangan warga, mereka sengaja memanggil awak media tersebut untuk datang ke desa mereka melihat akses jalan yang rusak tersebut serta meminta kepada para wartawan yang diundang agar menyampaikan keluhan masyarakat kepada instansi terkait dan memberitakan tentang kondisi jalan rusak di desa mereka.
Keraguan masyarakat mulai menipis dan keceriaan warga pun sudah hampir terlihat karena seminggu setelah para wartawan yang di undang memviralkan jalan rusak tersebut melalui pemberitaan, perwakilan dari dinas PU madina sudah terlihat dilokasi melakukan peninjauan, tidak lama kemudian batu sudah mulai terlihat ada di lokasi yang menurut warga batu itu akan digunakan untuk dek penahan air ataupun bronjong.
Namun, setelah batu terkumpul dipinggir jalan sampai dengan saat ini belum juga ada tanda-tanda akan diperbaiki,sehingga warga mulai kembali gelisah apakah dinas PUPR madina menunggu jalan ambruk dulu, atau menunggu dana perawatan melewati batas waktu agar perbaikan jalan tersebut dibangun dengan menggunakan anggaran yang baru?.
"Entah sampai kapan jalan rusak didesa kami ini dibiarkan tanpa perbaikan, seminggu yang lalu kami sudah melihat bebatuan diantar ke lokasi jalan rusak, menurut kami batu itu akan digunakan sebagai bronjong penahan air,tapi sampai sekarang batu tetap tergeletak dipinggir jalan sementara tindakan perbaikan belum kami lihat adanya pelaksanaan",ungkap seorang warga inisial AL,(7/7/23).
Kepala Desa rao-rao lombang"Syaiful" saat dikonfirmasi pun mengatakan belum ada perbaikan sampai sekarang terkait jalan rusak tersebut dan saat ditanya apa kendala ia mengakui tidak mengetahuinya.
"Belum diperbaiki kulihat, gak tau apa yang menjadi kendala, yang jelas saya lihat batu sudah diantar kesitu tapi kurang tau kapan akan dimulai pekerjaanny"ucap Kepdes.
Wakil ketua LSM-WGAB Madina "Eddy Sofyan Lubis" sangat menyayangkan hal tersebut karena sepengetahuannya jalan itu selesai dibangun/diaspal baru sekitar 4 (empat) bulan sudah mulai rusak, dan apabila kerusakan terjadi selama batas waktu belum berakhir ia mengungkapkan semestinya disitu ada satu anggaran yang diperuntukkan sebagai dana perawatan tapi dana itu seakan lenyap dilihat dari lambannya dinas PUPR Madina dalam melakukan perbaikan.
"Kan ada anggaran perawatan selama batas usia jalan yang ditentukan belum mencapai limit, lantas kemana anggaran tersebut, mengapa sampai saat ini belum juga diperbaiki"tegas Eddy.
Dalam hal ini, eddy pun meminta dinas PUPR madina agar tidak menutup mata terhadap jalan rusak di desa rao-rao lombang,apapun kendala yang menjadi penghalang itu sudah resiko, namun setiap pekerjaan yang dilakukan harus dipertanggung jawabkan"pungkas Eddy.
Masyarakat pun meminta kepada Kadis PUPR madina "Elvi Yanti" agar tidak terlalu sibuk dalam pekerjaan yang baru sehingga melupakan pekerjaan lama yang saat ini kondisinya sedang mengancam, apalagi saat ini sedang musim hujan, tentunya hal ini menimbulkan ke khawatiran bagi warga setempat karena sewaktu-waktu debit air sungai bisa naik akibat belakangan ini sering diguyur hujan dan tentunya apabila itu terjadi,maka kondisi jalan akan darurat dan diperkirakan jalan rusak tersebut bisa terputus total yang akhirnya menghambat laju perekonomian di wilayah tiga desa paling ujung di Kecamatan Tambangan Tersebut.(MJ)




