Gunungsitoli || polhukrim.com
Tidak ngopi rasanya dunia ini jadi hambar setelah ngopi jelas penglihatan,jadi terang bersinar Itulah Cita rasa Kopi 78,mojok di persimpang Resto Kaliki Kota Gunungsitoli,hingga saat ini mengundang perhatian peminat/ peminum kopi tradisional maupun Modern,baik kaum muda,orangtua bahkan di lapisan masyarakat umum pingin rasakan cita rasanya sampai tengah malam,siap Antrean dengan istilah "Enggak Gaul" kalau belum ngopi mencicipi rasa Kopi 78 ini,sambil nongkrong bersama kerabat maupun teman-teman sambil bermain game online dan Karaoke.Hiruk pikuk ramainya pengunjung di saat Open Hause Kopi 78,Sabtu,26/08/2023.
Mengundang perhatian tiba saatnyalah Generasi Milenial menjadikan minum kopi sebagai life style tanpa memikirkan mahalnya harga secangkir kopi yang penting,cita rasamya dong berbasis Arabika dan Robusta. Ini baru pengenalan perdana pak, ketika media ini melakukan konfirmasi,"Kata Bung Arsen Lawolo,S.Pd. sekaligus Owner Kedai 78.
Dianya masih Mahasiswa Magister Manajemen S2 di Universitas Medan ini menuturkan bahwa sejak kuliah di Prodi Ekonomi IKIP Gunungsotoli telah mulai berbisnis sambil kuliah dengan Motto,Kita bukan Pencari Kerja tapi Menciptakan Lapangan Kerja, setelah alumni difokuskan pada bisnis Kedai kopi Standar Cafe. Kini saatnya memulai pengembangan bisnis khususnya kedai kopi saja kalaulah ada peluang jenis bisnis lain seperti rumah makan,masih dipikirkan karena adanya persaingan bisnis makanan menjamur di Taman Kota Gunungsitoli ramai dikunjungin, ribuan orang setiap malamnya sambil nongkrong menikmati suasana Indahnya angin malam, sepulang aktivitas atau saat jam makan malam.
Di era zaman now,ngopi menjadi Trend aktivitas tingkat sosial seseorang,kalau di zaman old ngetrend, Ngopi terabaikan dan hanya ditemui di pinggiran kaki lima saja,nah sekarang kedai kopi sudah menjamur di setiap sudut kota,khususnya di lingkungan Gunungsitoli sebagai kota berkembang dan kota bisnis.
Dipantau dari pengaruh bisnis strategi dan lokasi Kedai Kopi 78 menjadikan tempat tongkrongan Remaja Ono Matua Gunungsitoli ( OMG), pengakuan salah seorang pengunjung dan peminat cita rasa kopi di Kepulauan Nias sembari mengajak bpk Arianto Lahagu,M.Pd, untuk menikmati kopi 78. Arianto Lahagu,M.Pd.sangat mengapreasiasikan atas kehadiran Kedai Kopi 78 ini, karena merupakan karya nyata penunjang komunikasi pada peningkatan income pemilik,sambil mengajak kaum muda "yuk ngopi di Kedai Kopi 78 saja".
Jurnalis : Asali Lase
Tidak ngopi rasanya dunia ini jadi hambar setelah ngopi jelas penglihatan,jadi terang bersinar Itulah Cita rasa Kopi 78,mojok di persimpang Resto Kaliki Kota Gunungsitoli,hingga saat ini mengundang perhatian peminat/ peminum kopi tradisional maupun Modern,baik kaum muda,orangtua bahkan di lapisan masyarakat umum pingin rasakan cita rasanya sampai tengah malam,siap Antrean dengan istilah "Enggak Gaul" kalau belum ngopi mencicipi rasa Kopi 78 ini,sambil nongkrong bersama kerabat maupun teman-teman sambil bermain game online dan Karaoke.Hiruk pikuk ramainya pengunjung di saat Open Hause Kopi 78,Sabtu,26/08/2023.
Mengundang perhatian tiba saatnyalah Generasi Milenial menjadikan minum kopi sebagai life style tanpa memikirkan mahalnya harga secangkir kopi yang penting,cita rasamya dong berbasis Arabika dan Robusta. Ini baru pengenalan perdana pak, ketika media ini melakukan konfirmasi,"Kata Bung Arsen Lawolo,S.Pd. sekaligus Owner Kedai 78.
Dianya masih Mahasiswa Magister Manajemen S2 di Universitas Medan ini menuturkan bahwa sejak kuliah di Prodi Ekonomi IKIP Gunungsotoli telah mulai berbisnis sambil kuliah dengan Motto,Kita bukan Pencari Kerja tapi Menciptakan Lapangan Kerja, setelah alumni difokuskan pada bisnis Kedai kopi Standar Cafe. Kini saatnya memulai pengembangan bisnis khususnya kedai kopi saja kalaulah ada peluang jenis bisnis lain seperti rumah makan,masih dipikirkan karena adanya persaingan bisnis makanan menjamur di Taman Kota Gunungsitoli ramai dikunjungin, ribuan orang setiap malamnya sambil nongkrong menikmati suasana Indahnya angin malam, sepulang aktivitas atau saat jam makan malam.
Di era zaman now,ngopi menjadi Trend aktivitas tingkat sosial seseorang,kalau di zaman old ngetrend, Ngopi terabaikan dan hanya ditemui di pinggiran kaki lima saja,nah sekarang kedai kopi sudah menjamur di setiap sudut kota,khususnya di lingkungan Gunungsitoli sebagai kota berkembang dan kota bisnis.
Dipantau dari pengaruh bisnis strategi dan lokasi Kedai Kopi 78 menjadikan tempat tongkrongan Remaja Ono Matua Gunungsitoli ( OMG), pengakuan salah seorang pengunjung dan peminat cita rasa kopi di Kepulauan Nias sembari mengajak bpk Arianto Lahagu,M.Pd, untuk menikmati kopi 78. Arianto Lahagu,M.Pd.sangat mengapreasiasikan atas kehadiran Kedai Kopi 78 ini, karena merupakan karya nyata penunjang komunikasi pada peningkatan income pemilik,sambil mengajak kaum muda "yuk ngopi di Kedai Kopi 78 saja".
Jurnalis : Asali Lase
Kabiro Kota Gunungsitoli






