-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Iklan

YPD Sei Bejangkar Adakan Upacara HUT ke-80 PGRI dan HGN Tahun 2025

Rabu, 26 November 2025 | November 26, 2025 WIB Last Updated 2025-11-26T09:07:16Z
Batu Bara || polhukrim.com
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025, Ketua Yayasan Perguruan Daerah (YPD) Sei Bejangkar Kecamatan Sei balai, kabupaten batu bara melaksanakan Upacara Bendera dan ditandai dengan pemotongan Kue bolu di Lapangan YPD Sei bejangkar.Selasa (25/11/2025)

Upacara Peringatan Hari Ulang tahun PGRI dan HGN tersebut dihadiri oleh Ketua yayasan Hendra Kumara,SP.MM., para guru, kepala sekolah, dan siswa.

Hadir sebagai Inspektur Upacara Hendra Kumara,SP.MM. menyampaikan awal pidatonya "hari ini kita berkumpul dalam suasana penuh kehormatan untuk memperingati HGN,hal yang mengingatkan kita pada sok-sok luar biasa yang setiap hari berdiri di garda terdepan pendidikan yakni para guru-guru kita, tidak ada profesi yang lebih mulia dari pada profesi yang membentuk akhlak,ilmu, dan masa depan generasi bangsa, ditangan para guru lah karakter terbangun, setiap kata yang bapak/ibu ucapkan, setiap pelajaran yang diberikan akan menjadi bekal hidup bagi para siswa, ucap Hendra Kumara.

Hendra menyampaikan pesan-pesan bahwa mungkin tidak terlihat hari ini, tetapi dimasa depan siswa akan berkata "aku berhasil karena guruku pernah percaya padaku"

Lanjut Hendra,Selaras dengan itu mari kita ingat amanat penting Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M. Pd. terkait peringatan PGRI dan HGN terkait peran strategis guru dalam memajukan pendidikan.

Dalam amanat tersebut Hendra Kumara menyampaikan bahwa HUT ke-80 PGRI menjadi momentum penting untuk mengingat kembali sejarah lahirnya organisasi guru terbesar di Indonesia. Sejak berdiri pada 25 November 1945 di Solo, PGRI lahir sebagai peleburan organisasi-organisasi guru yang sebelumnya terpecah dan sebagai wujud komitmen guru Indonesia untuk bersatu menjaga kedaulatan bangsa melalui pendidikan.

“PGRI tidak hanya menjadi wadah perjuangan guru, tetapi juga kekuatan moral dan intelektual bangsa dalam menghadapi tantangan zaman,” disampaikan dalam amanat upacara.

Perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, dan perubahan global disebut menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan.

Para guru didorong untuk terus berinovasi dalam pembelajaran, membangun pola pikir bertumbuh, berkolaborasi lintas bidang, dan siap menghadapi kompetensi abad ke-21. “Guru tidak boleh berhenti belajar. Dunia bergerak cepat, dan guru adalah lokomotif perubahan,” disampaikan Hendra Kumara dalam pidatonya.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan keprihatinan atas berbagai kasus hukum yang menimpa guru saat menjalankan tugas. PGRI menyerukan agar negara memperkuat perlindungan hukum bagi pendidik.

“Tidak boleh ada lagi guru yang dipidanakan saat menjalankan tugas mendidik. Negara harus hadir melindungi guru,” tegas Hendra Kumara, selaras dengan pesan utama PGRI pada peringatan tahun ini.

Hendra Kumara juga menyinggung harapan PGRI terhadap program Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas nasional, termasuk peningkatan kesejahteraan, kompetensi, dan kualitas layanan pendidikan.

Seluruh kepala sekolah dan guru mendukung penuh program PGRI tentang RUU Sistem Pendidikan Nasional yang sedang disusun tidak menghapus Tunjangan Profesi Guru dan Dosen (TPGD), mempercepat sertifikasi guru, menyelesaikan persoalan honorer melalui mekanisme ASN, serta tidak membedakan guru negeri dan swasta.

Peringatan HGN ini diharapkan semakin memperkuat persatuan guru serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan, selaras dengan semangat PGRI dan HGN dalam mengabdi untuk bangsa, tutupnya.(A.Nduru)

Iklan

×
Berita Terbaru Update