Panyambungan || polhukrim.com
Menyoal keruhnya sungai Rantopuran beberapa bulan ini dan puncaknya sekitar dua pekan terakhir menjadi atensi bagi kepala desa Se-Gunung Tua Raya dan sekitarnya yang menggunakan aliran sungai. Para kepala desa (kades) Se-Gunung Tua Raya (Gunung Tua Julu, Gunung Tua Tonga, Gunung Tua Jae, Gunung Tua Lumban Pasir, Gunung Tua Penggorengan dan desa Iparbondar) dan desa sekitarnya termasuk desa Manyabar, Manyabar Julu, Gunung Manaon, Saba Jambu, Pagaran Tonga dan desa Gunung Barani kecamatan Panyabungan kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, yang digelar di Lopo Manggis Lopo Itik desa Gunung Tua Penggorengan. Musyawarah itu tidak dihadiri semua kades hanya beberapa kades hanya sembilan kades.Minggu,10/5/2026.
By WhatsApp, dikonfirmasi Andi kades Saba Jambu membenarkan benar telah menggelar musyawarah terkait keruhnya sungai Rantopuran beberapa hari yang lalu, Minggu, (10/05/2026)."Hasil musyawarah itu mengutus setiap desa sebanyak dua orang untuk menelusuri penyebab sungai Rantopuran hingga ke hulu" ujarnya.
Senada dengan kades Saba Jambu, Oloan Nasution Pj. Kades Manyabar juga menyampaikan tiga hari kedepan utusan setiap desa akan mengecek kondisi dihulu sungai Rantopuran.
Faizal Kades Gunung Barani juga mengatakan dirinya ikut dalam musyawarah itu dan mengatakan akan melakukan penelusuran penyebab Keruhnya Sungai Rantopuran. Begitu juga kades Gunung Tua Penggorengan Saddam juga membenarkan musyawarah itu dan mengatakan semua kades Se-Gunung Tua Raya turut hadir.
Ditempat berbeda, Sodikin kades Iparbondar menyebutkan sembilan kades ikut dalam musyawarah itu. Tidak semua kades memberikan komentarnya terkait musyawarah penyebab sungai Rantopuran itu keruh.
Rahmat Saleh S.T kades Gunung Tua Tonga sebutkan terima kepada media ini telah peduli dengan kondisi sungai yang keruh meskipun dengan tulisan. "Setidaknya dengan melakukan cek and ricek ke hulu sungai diketahui penyebabnya. Semoga penyebab di hulu sungai tidak menimbulkan kekhawatiran apalagi menimbulkan bencana. Utusan akan bergerak dari desa Siobon" bebernya.
Sebelumnya, Zulham Riad Kades Gunung Tua Lumban Pasir sudah dikonfirmasi terkait keruhnya sungai Rantopuran mengatakan sudah melakukan pengecekan seminggu yang lalu. "Kami sudah melakukan pengecekan bersama personil Polsek Panyabungan. Kemudian mengutus untuk men-cek di hulu sungai beberapa kilometer dari desa Sopo Batu. Pengecekan itu selama dua hari namun belum diketahui penyebabnya dan utusan itu kehabisan bekal dan akhirnya pulang. Pada penelusuran selanjutnya untuk pengecekan semua dari Gunung Tua " tuturnya.
Kapolsek Panyabungan dikonfirmasi juga mengatakan personilnya dengan kades sudah melakukan pengecekan. Media ini dan tim akan koordinasi lanjutan bersama Polsek Panyabungan dan Kanitnya.
Warga Gunung Tua Raya dan sekitarnya yang menggunakan aliran sungai untuk semua keperluan menunggu hasil penyebab sungai itu keruh dan berharap kondisi sungai normal kembali dan kayak dipergunakan. Pengecekan itu sesegera mungkin dilaksanakan.(ihsan Siregar)
Menyoal keruhnya sungai Rantopuran beberapa bulan ini dan puncaknya sekitar dua pekan terakhir menjadi atensi bagi kepala desa Se-Gunung Tua Raya dan sekitarnya yang menggunakan aliran sungai. Para kepala desa (kades) Se-Gunung Tua Raya (Gunung Tua Julu, Gunung Tua Tonga, Gunung Tua Jae, Gunung Tua Lumban Pasir, Gunung Tua Penggorengan dan desa Iparbondar) dan desa sekitarnya termasuk desa Manyabar, Manyabar Julu, Gunung Manaon, Saba Jambu, Pagaran Tonga dan desa Gunung Barani kecamatan Panyabungan kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, yang digelar di Lopo Manggis Lopo Itik desa Gunung Tua Penggorengan. Musyawarah itu tidak dihadiri semua kades hanya beberapa kades hanya sembilan kades.Minggu,10/5/2026.
By WhatsApp, dikonfirmasi Andi kades Saba Jambu membenarkan benar telah menggelar musyawarah terkait keruhnya sungai Rantopuran beberapa hari yang lalu, Minggu, (10/05/2026)."Hasil musyawarah itu mengutus setiap desa sebanyak dua orang untuk menelusuri penyebab sungai Rantopuran hingga ke hulu" ujarnya.
Senada dengan kades Saba Jambu, Oloan Nasution Pj. Kades Manyabar juga menyampaikan tiga hari kedepan utusan setiap desa akan mengecek kondisi dihulu sungai Rantopuran.
Faizal Kades Gunung Barani juga mengatakan dirinya ikut dalam musyawarah itu dan mengatakan akan melakukan penelusuran penyebab Keruhnya Sungai Rantopuran. Begitu juga kades Gunung Tua Penggorengan Saddam juga membenarkan musyawarah itu dan mengatakan semua kades Se-Gunung Tua Raya turut hadir.
Ditempat berbeda, Sodikin kades Iparbondar menyebutkan sembilan kades ikut dalam musyawarah itu. Tidak semua kades memberikan komentarnya terkait musyawarah penyebab sungai Rantopuran itu keruh.
Rahmat Saleh S.T kades Gunung Tua Tonga sebutkan terima kepada media ini telah peduli dengan kondisi sungai yang keruh meskipun dengan tulisan. "Setidaknya dengan melakukan cek and ricek ke hulu sungai diketahui penyebabnya. Semoga penyebab di hulu sungai tidak menimbulkan kekhawatiran apalagi menimbulkan bencana. Utusan akan bergerak dari desa Siobon" bebernya.
Sebelumnya, Zulham Riad Kades Gunung Tua Lumban Pasir sudah dikonfirmasi terkait keruhnya sungai Rantopuran mengatakan sudah melakukan pengecekan seminggu yang lalu. "Kami sudah melakukan pengecekan bersama personil Polsek Panyabungan. Kemudian mengutus untuk men-cek di hulu sungai beberapa kilometer dari desa Sopo Batu. Pengecekan itu selama dua hari namun belum diketahui penyebabnya dan utusan itu kehabisan bekal dan akhirnya pulang. Pada penelusuran selanjutnya untuk pengecekan semua dari Gunung Tua " tuturnya.
Kapolsek Panyabungan dikonfirmasi juga mengatakan personilnya dengan kades sudah melakukan pengecekan. Media ini dan tim akan koordinasi lanjutan bersama Polsek Panyabungan dan Kanitnya.
Warga Gunung Tua Raya dan sekitarnya yang menggunakan aliran sungai untuk semua keperluan menunggu hasil penyebab sungai itu keruh dan berharap kondisi sungai normal kembali dan kayak dipergunakan. Pengecekan itu sesegera mungkin dilaksanakan.(ihsan Siregar)




