Mandailing Natal || polhukrim.com
Rombongan demonstran yang tergabung dalam "Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Kebijakan Pemerintah (AMPPKP) melakukan aksi damai di pemkab madina pada kamis 29/12/22 semalam.
Adapun tujuan aksi yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa dan pemuda yang bergabung dalam AMPPKP mencermati dari perkembangan kasus-kasus penemuan ladang ganja dalam setahun ini yang sudah beberapa kali menjadi temuan oleh aparat penegak hukum.
Dalam aksi damai yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Kebijakan Pemerintah disambut oleh Bupati Madina di depan Kantor Bupati Kabupaten Mandailing Natal namun, seperti yang terlihat dalam video demo berdurasi 2.51 menit tampak Bupati Madina mendorong juru bicara aksi hingga tersungkur ke tengah-tengah para demonstran.
Belum diketahui apa motif kejadian yang membuat seorang Bupati sampai melakukan tindakan seperti itu, namun dilihat dan dicermati serta berulang kali di tonton video aksi damai tersebut tidak terlihat juru bicara aksi melakukan hal yang diluar batas kewajaran, hanya saja pada saat melakukan orasi, sang juru bicara aksi berbicara pas didepan Bupati Madina, hanya itu saja, namun tangan dari Bupati begitu cepatnya melakukan sebuah tindakan mendorong kuat yang membuat juru bicara aksi sampai tersungkur ke demonstran.
Saat dikonfirmasi via chatt WhatsApp pada kamis malam (29/12) pukul 23.41wib Bupati madina belum memberikan keterangan apa-apa hingga saat ini, namun akan terus dicoba untuk mempertanyakan hal ini kepada Bupati atas dasar apa beliau sampai melakukan perbuatan yang dikhawatirkan akan dapat merusak citranya sebagai seorang pemimpin nomor satu di kabupaten mandailing natal ini.
Juru Aksi demo 'Pajar saat ditanya via chatt Whatsapp terkait perihal insiden saat aksi mengatakan, saat menyampaikan orasi ia naik satu tangga dan tanpa sengaja bahunya mengenai Bupati sehingga hampir membuat bupati terjatuh ke belakang, ia berpendapat mungkin karena itulah reflek tangan bupati mendorongnya sambil menahan keseimbangan tubuh agar tidak terjatuh akibat dari bahu nya juru bicara aksi.
"Saat itu aku naik ke atas satu tangga bg,kemudian tanpa sengaja bahu saya kena sama beliau sehingga beliau mau jatuh. Dan tanpa sengaja pula mungkin beliau langsung respek mendorong. Saya rasa itu tidak lain hanya untuk menyelamatkan diri beliau agar tidak terjatuh bg"terang pajar juru bicara aksi.
Kemudian saat ditanya bagaimana kelanjutan dari kejadian itu pajar mengatakan sudah meminta maaf kepada Bupati.
"Setelah selesai aksi saya langsung jumpai pak bupati bg, saya salam beliau dan saya minta maaf sama beliau"pungkas Juru Aksi tersebut.
Aksi demo yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Kebijakan Pemerintah di depan Kantor Bupati Madina tidak lain untuk menyatakan sikap :
1. Menolak keras segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan Narkotika.
2. Meminta Bupati Mandailing Natal agar lebih sigap dalam pemberantasan Narkoba karena selama ini Bupati Madina dinilai bungkam dengan kasus-kasus Narkoba.
3. Meminta Bupati Mandailing Natal agar melakukan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat sekitar penemuan ladang ganja agar beralih dari penanaman ganja dan mengajak seluruh masyarakat Mandailing Natal untuk sama-sama Berantas Narkoba.
4. Kami Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Kebijakan Pemerintah mengajak kepada seluruh masyarakat Madina untuk bersama-sama melakukan usaha melawan penanaman ganja dan peredaran gelap atau penyalahgunaan Narkotika serta mengumandangkan semangat perlawanan dengan kalimat"KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA". (MJ)
Rombongan demonstran yang tergabung dalam "Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Kebijakan Pemerintah (AMPPKP) melakukan aksi damai di pemkab madina pada kamis 29/12/22 semalam.
Adapun tujuan aksi yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa dan pemuda yang bergabung dalam AMPPKP mencermati dari perkembangan kasus-kasus penemuan ladang ganja dalam setahun ini yang sudah beberapa kali menjadi temuan oleh aparat penegak hukum.
Jika ini dibiarkan maka dikhawatirkan akan dapat merusak seluruh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara serta akan dapat mencoreng nama baik Kabupaten Mandailing Natal yang mana rentetan penemuan ladang ganja selama tahun 2022 yang dihimpun oleh AMPPKP berjumlah sekitar lebih kurang 30Ha.
Dalam aksi damai yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Kebijakan Pemerintah disambut oleh Bupati Madina di depan Kantor Bupati Kabupaten Mandailing Natal namun, seperti yang terlihat dalam video demo berdurasi 2.51 menit tampak Bupati Madina mendorong juru bicara aksi hingga tersungkur ke tengah-tengah para demonstran.
Belum diketahui apa motif kejadian yang membuat seorang Bupati sampai melakukan tindakan seperti itu, namun dilihat dan dicermati serta berulang kali di tonton video aksi damai tersebut tidak terlihat juru bicara aksi melakukan hal yang diluar batas kewajaran, hanya saja pada saat melakukan orasi, sang juru bicara aksi berbicara pas didepan Bupati Madina, hanya itu saja, namun tangan dari Bupati begitu cepatnya melakukan sebuah tindakan mendorong kuat yang membuat juru bicara aksi sampai tersungkur ke demonstran.
Saat dikonfirmasi via chatt WhatsApp pada kamis malam (29/12) pukul 23.41wib Bupati madina belum memberikan keterangan apa-apa hingga saat ini, namun akan terus dicoba untuk mempertanyakan hal ini kepada Bupati atas dasar apa beliau sampai melakukan perbuatan yang dikhawatirkan akan dapat merusak citranya sebagai seorang pemimpin nomor satu di kabupaten mandailing natal ini.
Juru Aksi demo 'Pajar saat ditanya via chatt Whatsapp terkait perihal insiden saat aksi mengatakan, saat menyampaikan orasi ia naik satu tangga dan tanpa sengaja bahunya mengenai Bupati sehingga hampir membuat bupati terjatuh ke belakang, ia berpendapat mungkin karena itulah reflek tangan bupati mendorongnya sambil menahan keseimbangan tubuh agar tidak terjatuh akibat dari bahu nya juru bicara aksi.
"Saat itu aku naik ke atas satu tangga bg,kemudian tanpa sengaja bahu saya kena sama beliau sehingga beliau mau jatuh. Dan tanpa sengaja pula mungkin beliau langsung respek mendorong. Saya rasa itu tidak lain hanya untuk menyelamatkan diri beliau agar tidak terjatuh bg"terang pajar juru bicara aksi.
Kemudian saat ditanya bagaimana kelanjutan dari kejadian itu pajar mengatakan sudah meminta maaf kepada Bupati.
"Setelah selesai aksi saya langsung jumpai pak bupati bg, saya salam beliau dan saya minta maaf sama beliau"pungkas Juru Aksi tersebut.
Aksi demo yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Kebijakan Pemerintah di depan Kantor Bupati Madina tidak lain untuk menyatakan sikap :
1. Menolak keras segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan Narkotika.
2. Meminta Bupati Mandailing Natal agar lebih sigap dalam pemberantasan Narkoba karena selama ini Bupati Madina dinilai bungkam dengan kasus-kasus Narkoba.
3. Meminta Bupati Mandailing Natal agar melakukan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat sekitar penemuan ladang ganja agar beralih dari penanaman ganja dan mengajak seluruh masyarakat Mandailing Natal untuk sama-sama Berantas Narkoba.
4. Kami Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Kebijakan Pemerintah mengajak kepada seluruh masyarakat Madina untuk bersama-sama melakukan usaha melawan penanaman ganja dan peredaran gelap atau penyalahgunaan Narkotika serta mengumandangkan semangat perlawanan dengan kalimat"KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA". (MJ)




