Mandailing Natal || polhukrim.com
Proyek pembangunan jalan penghubung Desa Laru Panjaringan, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara menuai sorotan publik.
Hal ini terjadi dikarenakan pembangunan jalan tersebut baru beberapa bulan sudah rusak (Retak) ditambah lagi tidak terlihat adanya dek/bronjong penahan air dipasang yang mengakibatkan pinggir jalan yang hanya memakai tanah timbunan tersapu air sungai sehingga menimbulkan keretakan di badan jalan.
Kepala Desa (Kepdes) Rao-Rao Lombang"Syaipul mengatakan kepada awak media, proyek Pembangunan Jalan tersebut dinilai asal jadi karena baru beberapa bulan selesai sudah rusak (retak) bahkan dikhawatirkan keretakan jalan itu akan bisa sewaktu-waktu putus total.
"Sangat disayangkan pekerjaannya, baru saja beberapa bulan selesai dibangun sudah retak kembali,kami masyarakat sangat kecewa"ungkap Syaiful.
Diketahui proyek jalan tersebut adalah jalan penghubung menuju tiga desa paling ujung yaitu, rao-rao dolok, rao-rao lombang dan panjaringan yang dikerjakan CV.Putri Sulung selaku Kontraktor dari Pasaman Sumatera Barat.
Dalam hal ini, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Kabupaten Mandailing Natal "Mulyadi menyampaikan bentuk protes terhadap Dinas PUPR (Pekerjaan Umum Pemukiman Rakyat) akibat pekerjaan yang dinilai asal jadi tanpa mempertimbangkan resiko yang terjadi kedepannya dan menilai Dinas PUPR Madina seolah-olah telah melakukan pemborosan anggaran yang bersumber dari APBD Madina tahun 2022 senilai 3,3 Milliyar lebih.
"Terlalu aneh dan sangat mengejutkan sekali, umur jalan baru beberapa bulan sudah retak padahal kenderaan yang melintasi area tersebut hanya mobil angkutan desa dan sepeda motor mengapa bisa secepat itu ya bisa retak"ungkap Mulyadi,(23/6/23).
Ia (mulyadi) juga menuturkan, bagaimana sih konsultan jalannya saat meninjau lokasi tersebut sebelum diperbaiki.jalan yang seharusnya wajib dipasang dek/bronjong penahan air sungai malah dipakai hanya tanah timbunan yang dikorek dari tebing pinggir jalan sebelah kiri dan kemudian dipasang ke sebelah kanan menjadi penahan air tanpa dek, apakah itu wajar padahal anggarannya begitu besar mencapai Milliyaran Rupiah dari APBD Madina 2022"tuturnya.
Ali imron siregar salah satu warga desa rao-rao dolok membeberkan bahwa jalan tersebut merupakan sebuah akses yang akan menunjang lajunya perekenomian di desa serta bangunan infrastruktur jalan itu dibutuhkan untuk jangka waktu panjang,"mengapa dibuat asal jadi tanpa perhitungan yang matang"terangnya.
Akibat dari keretakan jalan yang baru berusia muda itu dinilai kurangnya pengawasan dari Dinas PUPR Madina dan juga PPKnya.
Dpc Lsm-Wgab Madina meminta agar proyek jalan di desa rao-rao dolok menjadi pertimbangan kembali bagi Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap Kadis PUPR Madina, Kontraktor dan PPknya.
Proyek jalan di desa rao-rao dolok dinilai tidak sesuai dengan Spesikulasi dan juga Anggaran yang begitu besar bersumber dari APBD Madina 2022 dengan pekerjaan yang asal jadi dikhawatirkan akan dapat merusak citra Bupati dan Wakil Bupati madina dan Kabupaten ini yang terkenal dengan semboyan Madina Bersyukur Madina Berbenah.(MJ)
Proyek pembangunan jalan penghubung Desa Laru Panjaringan, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara menuai sorotan publik.
Hal ini terjadi dikarenakan pembangunan jalan tersebut baru beberapa bulan sudah rusak (Retak) ditambah lagi tidak terlihat adanya dek/bronjong penahan air dipasang yang mengakibatkan pinggir jalan yang hanya memakai tanah timbunan tersapu air sungai sehingga menimbulkan keretakan di badan jalan.
Kepala Desa (Kepdes) Rao-Rao Lombang"Syaipul mengatakan kepada awak media, proyek Pembangunan Jalan tersebut dinilai asal jadi karena baru beberapa bulan selesai sudah rusak (retak) bahkan dikhawatirkan keretakan jalan itu akan bisa sewaktu-waktu putus total.
"Sangat disayangkan pekerjaannya, baru saja beberapa bulan selesai dibangun sudah retak kembali,kami masyarakat sangat kecewa"ungkap Syaiful.
Diketahui proyek jalan tersebut adalah jalan penghubung menuju tiga desa paling ujung yaitu, rao-rao dolok, rao-rao lombang dan panjaringan yang dikerjakan CV.Putri Sulung selaku Kontraktor dari Pasaman Sumatera Barat.
Dalam hal ini, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Kabupaten Mandailing Natal "Mulyadi menyampaikan bentuk protes terhadap Dinas PUPR (Pekerjaan Umum Pemukiman Rakyat) akibat pekerjaan yang dinilai asal jadi tanpa mempertimbangkan resiko yang terjadi kedepannya dan menilai Dinas PUPR Madina seolah-olah telah melakukan pemborosan anggaran yang bersumber dari APBD Madina tahun 2022 senilai 3,3 Milliyar lebih.
"Terlalu aneh dan sangat mengejutkan sekali, umur jalan baru beberapa bulan sudah retak padahal kenderaan yang melintasi area tersebut hanya mobil angkutan desa dan sepeda motor mengapa bisa secepat itu ya bisa retak"ungkap Mulyadi,(23/6/23).
Ia (mulyadi) juga menuturkan, bagaimana sih konsultan jalannya saat meninjau lokasi tersebut sebelum diperbaiki.jalan yang seharusnya wajib dipasang dek/bronjong penahan air sungai malah dipakai hanya tanah timbunan yang dikorek dari tebing pinggir jalan sebelah kiri dan kemudian dipasang ke sebelah kanan menjadi penahan air tanpa dek, apakah itu wajar padahal anggarannya begitu besar mencapai Milliyaran Rupiah dari APBD Madina 2022"tuturnya.
Ali imron siregar salah satu warga desa rao-rao dolok membeberkan bahwa jalan tersebut merupakan sebuah akses yang akan menunjang lajunya perekenomian di desa serta bangunan infrastruktur jalan itu dibutuhkan untuk jangka waktu panjang,"mengapa dibuat asal jadi tanpa perhitungan yang matang"terangnya.
Akibat dari keretakan jalan yang baru berusia muda itu dinilai kurangnya pengawasan dari Dinas PUPR Madina dan juga PPKnya.
Dpc Lsm-Wgab Madina meminta agar proyek jalan di desa rao-rao dolok menjadi pertimbangan kembali bagi Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap Kadis PUPR Madina, Kontraktor dan PPknya.
Proyek jalan di desa rao-rao dolok dinilai tidak sesuai dengan Spesikulasi dan juga Anggaran yang begitu besar bersumber dari APBD Madina 2022 dengan pekerjaan yang asal jadi dikhawatirkan akan dapat merusak citra Bupati dan Wakil Bupati madina dan Kabupaten ini yang terkenal dengan semboyan Madina Bersyukur Madina Berbenah.(MJ)




