Mandailing Natal || polhukrim.com
Sebuah video tersebar di grup WhatsApp dimana dalam tayangan video tersebut terlihat seorang ibu bersama 3 (tiga) anaknya dalam keadaan ketakutan seraya meminta tolong dan memohon perlindungan kepada Presiden Jokowi, Kapolri, Kapolda Sumatera Utara, hingga kepada Kapolres Madina karena mengaku mendapat ancaman akan dibunuh.
Video berdurasi 1 menit 33 detik itu mulai tersebar di berbagai grup WhatsApp sejak jum'at (2 juni 23) yang isi dari tayangan video tersebut sebagai berikut:
"Selamat sore pak Presiden, pak Kapolri, pak Kapolda Sumatera Utara, pak Kapolres Madina, kami memohon meminta bantuan kepada orang bapak atas kejadian yang menimpa kami satu keluarga. Kami diancam dibunuh, dari mulai pencabulan anak saya sampai pelaku datang ke rumah memukul saya, memukul anak saya, mengancam suamiku akan dibunuh dan mengancam kami semua",ucap sang ibu.
Si ibu juga menambahkan"anak saya dari mulai bulan 3 tidak pernah sekolah karena kami takut keluar pak, anak-anakkupun takut dan trauma pak, sampai sekarang gak sekolah anak-anakku pak Kapolres. Kamipun susah makan pak karena gak pernah keluar, gak pernah kerja mulai dari bulan 3 gara-gara ancaman si pelaku, karena kata si pelaku kemana pun kami jumpa akan dibunuh, makanya kami takut pak".Tambah si ibu.
Kemudian,"Kami sangat memohon pertolongan dan perlindungan orang bapak dan memohon keadilan kepada keluarga kami agar pelaku segera diamankan dan ditangkap,"lanjut ibu yang berada dalam video tersebut.
Setelah ditelusuri lebih jauh ternyata si ibu yang berada dalam video tersebut bernama "Yarni Fatema Luo warga Desa Singkuang I, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Kabupaten Mandailing Natal.
Informasi dihimpun, Yarni bersama suaminya Sony Tehe Lase sebelumnya melaporkan seseorang berinisial AN alias AF (35) yang juga warga Desa Singkuang I, karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap putrinya.
Mereka melaporkan kasus pencabulan itu ke Polres Madina pada bulan Juli tahun 2022 lalu. Tak berapa lama setelah kasus dilaporkan, Yarni bersama suaminya mengaku mendapat intimidasi yang diduga dilakukan oleh keluarga pelaku yang dilaporkan tersebut.
Intimidasi berlanjut ke penganiayaan. Yarni bersama suaminya serta anak-anaknya tiba-tiba didatangi sekelompok orang pada bulan puasa kemarin. Sekelompok orang itu pun langsung melakukan penganiayaan.
Kasus penganiayaan yang dialami Yarni dan suaminya kemudian dilaporkan ke Polres Madina, Senin (17/4/2023).
Kasat Reskrim Polres Madina melalui KBO Ipda Bagus Seto membenarkan adanya kasus tersebut. Bagus mengaku saat ini pihaknya sedang berupaya mengejar pelaku kasus pencabulan yang dilaporkan.
"Polisi masih berupaya mengejar si pelaku pencabulan itu," kata Bagus saat dikonfirmasi, Jumat (2/6/2023).
Sementara terkait kasus penganiayaan yang juga dilaporkan oleh Yarni bersama suaminya, Bagus mengaku kasus itu sudah memasuki tahap penyidikan.
"Terkait kasus aniaya, sudah tahap sidik," pungkasnya.(MJ)
Sebuah video tersebar di grup WhatsApp dimana dalam tayangan video tersebut terlihat seorang ibu bersama 3 (tiga) anaknya dalam keadaan ketakutan seraya meminta tolong dan memohon perlindungan kepada Presiden Jokowi, Kapolri, Kapolda Sumatera Utara, hingga kepada Kapolres Madina karena mengaku mendapat ancaman akan dibunuh.
Video berdurasi 1 menit 33 detik itu mulai tersebar di berbagai grup WhatsApp sejak jum'at (2 juni 23) yang isi dari tayangan video tersebut sebagai berikut:
"Selamat sore pak Presiden, pak Kapolri, pak Kapolda Sumatera Utara, pak Kapolres Madina, kami memohon meminta bantuan kepada orang bapak atas kejadian yang menimpa kami satu keluarga. Kami diancam dibunuh, dari mulai pencabulan anak saya sampai pelaku datang ke rumah memukul saya, memukul anak saya, mengancam suamiku akan dibunuh dan mengancam kami semua",ucap sang ibu.
Si ibu juga menambahkan"anak saya dari mulai bulan 3 tidak pernah sekolah karena kami takut keluar pak, anak-anakkupun takut dan trauma pak, sampai sekarang gak sekolah anak-anakku pak Kapolres. Kamipun susah makan pak karena gak pernah keluar, gak pernah kerja mulai dari bulan 3 gara-gara ancaman si pelaku, karena kata si pelaku kemana pun kami jumpa akan dibunuh, makanya kami takut pak".Tambah si ibu.
Kemudian,"Kami sangat memohon pertolongan dan perlindungan orang bapak dan memohon keadilan kepada keluarga kami agar pelaku segera diamankan dan ditangkap,"lanjut ibu yang berada dalam video tersebut.
Setelah ditelusuri lebih jauh ternyata si ibu yang berada dalam video tersebut bernama "Yarni Fatema Luo warga Desa Singkuang I, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Kabupaten Mandailing Natal.
Informasi dihimpun, Yarni bersama suaminya Sony Tehe Lase sebelumnya melaporkan seseorang berinisial AN alias AF (35) yang juga warga Desa Singkuang I, karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap putrinya.
Mereka melaporkan kasus pencabulan itu ke Polres Madina pada bulan Juli tahun 2022 lalu. Tak berapa lama setelah kasus dilaporkan, Yarni bersama suaminya mengaku mendapat intimidasi yang diduga dilakukan oleh keluarga pelaku yang dilaporkan tersebut.
Intimidasi berlanjut ke penganiayaan. Yarni bersama suaminya serta anak-anaknya tiba-tiba didatangi sekelompok orang pada bulan puasa kemarin. Sekelompok orang itu pun langsung melakukan penganiayaan.
Kasus penganiayaan yang dialami Yarni dan suaminya kemudian dilaporkan ke Polres Madina, Senin (17/4/2023).
Kasat Reskrim Polres Madina melalui KBO Ipda Bagus Seto membenarkan adanya kasus tersebut. Bagus mengaku saat ini pihaknya sedang berupaya mengejar pelaku kasus pencabulan yang dilaporkan.
"Polisi masih berupaya mengejar si pelaku pencabulan itu," kata Bagus saat dikonfirmasi, Jumat (2/6/2023).
Sementara terkait kasus penganiayaan yang juga dilaporkan oleh Yarni bersama suaminya, Bagus mengaku kasus itu sudah memasuki tahap penyidikan.
"Terkait kasus aniaya, sudah tahap sidik," pungkasnya.(MJ)




