Batu Bara || polhukrim.com
Perubahan mekanisme penebusan pupuk bersubsidi diuntungkan petani,Perubahan yang dimaksud sebelumnya aplikasi yang digunakan T-Pubers dengan aplikasi Integrasi Pupuk Bersubsidi (I-Pubers),sekarang petani hanya menunjukkan e-KTP asli.
Mengutip keterangan dari Kenterian Pertanian RI, Pemerintah dalam hal ini menetapkan mekanisme penebusan pupuk bersubsidi,yaitu menggunakan I-Pubers."Mekanisme ini diperlakukan mulai 16 september 2023,Sistem ini merupakan milik Kementerian Pertanian RI (Kementan RI) yang disiapkan untuk penebusan pupuk oleh petani Batu Bara,rabu 24 juli 2024.
Dalam penebusan pupuk bersubsidi, petani diwajibkan membawa e-KTP asli,Jika petani tersebut tidak bisa datang sendiri,mereka harus berikan surat kuasa kepada orang lain yang di tunjuk selagi data kelompok taninya ditempat (RDKK) Diterapkannya sistim ini guna antisipasi terjadinya penyimpangan pendistribusian pupuk bersubsidi.Dengan sistem ini,jika terjadi kekurangan pupuk,penyebabnya bisa ditelusuri pasalnya petani yang tak dapat datang dapat digantikan,semua sistem penebusan telah terdigitalisasi yang tersimpan di aplikasi tersebut" Jelasnya.
Diketahui distributor penyaluran pupuk bersubsidi diwilayah batubara ada empat (4) yakni 1.Bedagai Agro Sejati an :Rismauli Nadeak ,2.Mardauf Coy an: Jhony Simanjuntak,3 Arif Berlian an: Arif Butar butar ,4.Antarafarm an: Hamdan,Menurut Rismauli Nadiak salah satu distribitor pupuk bersubsidi ketika dikonfirmasi oleh media ini melaui telepon selulernya,"I-Pubers adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Kementan -RI dan PT Pupuk Indonesia (Persero) .
Dijelaskan i-Pubers ini memudahkan siatem penyaluran pupuk bersubsidi. Aplikasi ini berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dimiliki oleh petani.Dengan I-Pubers, petani tidak perlu lagi menggunakan kartu tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, cukup dengan e-KTP saja." Ucapnya.
Masi lanjut Rismauli,aplikasi ini merupakan wujud komitmen Presiden Indonesia untuk memudahkan pelayanan kepada petani di seluruh Indonesia. Dengan adanya I-Pubers,petani tidak perlu khawatir akan kekurangan pupuk. Alokasi pupuk yang ada dapat digunakan untuk dua kali musim tanam. Dengan sistem ini,harapan Dinas Pertanian Daerah terus berkoordinasi dengan distributor dan seterusnya dalam kerjasama ini,diharapkan semua petani dapat terlayani dengan pupuk bersubsidi secara maksimal.
Terakhir kata Rosmauli Nadiak, bagi petani yang belum terdaftar di e-rdkk boleh mengajukan untuk di daftarkan karena saat ini, aplikasi terbuka dalam update data petani setiap 1 x 4 Bulan diharapkan tetaplah berkoordinasi dengan PPL diwilayah dan para kios yang terdaftar. Dengan tertibnya administrasi penebusan pupuk bersubsidi yang tersistem tentunya kedepan petani tidak lagi cemas tidak dapat pupuk. Berjalannya sistem i-Pubers ini mudah mudah-mudahan petani bangkit,sejahtera dan mandiri" Tutupnya.(GT/red)
Perubahan mekanisme penebusan pupuk bersubsidi diuntungkan petani,Perubahan yang dimaksud sebelumnya aplikasi yang digunakan T-Pubers dengan aplikasi Integrasi Pupuk Bersubsidi (I-Pubers),sekarang petani hanya menunjukkan e-KTP asli.
Mengutip keterangan dari Kenterian Pertanian RI, Pemerintah dalam hal ini menetapkan mekanisme penebusan pupuk bersubsidi,yaitu menggunakan I-Pubers."Mekanisme ini diperlakukan mulai 16 september 2023,Sistem ini merupakan milik Kementerian Pertanian RI (Kementan RI) yang disiapkan untuk penebusan pupuk oleh petani Batu Bara,rabu 24 juli 2024.
Dalam penebusan pupuk bersubsidi, petani diwajibkan membawa e-KTP asli,Jika petani tersebut tidak bisa datang sendiri,mereka harus berikan surat kuasa kepada orang lain yang di tunjuk selagi data kelompok taninya ditempat (RDKK) Diterapkannya sistim ini guna antisipasi terjadinya penyimpangan pendistribusian pupuk bersubsidi.Dengan sistem ini,jika terjadi kekurangan pupuk,penyebabnya bisa ditelusuri pasalnya petani yang tak dapat datang dapat digantikan,semua sistem penebusan telah terdigitalisasi yang tersimpan di aplikasi tersebut" Jelasnya.
Diketahui distributor penyaluran pupuk bersubsidi diwilayah batubara ada empat (4) yakni 1.Bedagai Agro Sejati an :Rismauli Nadeak ,2.Mardauf Coy an: Jhony Simanjuntak,3 Arif Berlian an: Arif Butar butar ,4.Antarafarm an: Hamdan,Menurut Rismauli Nadiak salah satu distribitor pupuk bersubsidi ketika dikonfirmasi oleh media ini melaui telepon selulernya,"I-Pubers adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Kementan -RI dan PT Pupuk Indonesia (Persero) .
Dijelaskan i-Pubers ini memudahkan siatem penyaluran pupuk bersubsidi. Aplikasi ini berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dimiliki oleh petani.Dengan I-Pubers, petani tidak perlu lagi menggunakan kartu tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, cukup dengan e-KTP saja." Ucapnya.
Masi lanjut Rismauli,aplikasi ini merupakan wujud komitmen Presiden Indonesia untuk memudahkan pelayanan kepada petani di seluruh Indonesia. Dengan adanya I-Pubers,petani tidak perlu khawatir akan kekurangan pupuk. Alokasi pupuk yang ada dapat digunakan untuk dua kali musim tanam. Dengan sistem ini,harapan Dinas Pertanian Daerah terus berkoordinasi dengan distributor dan seterusnya dalam kerjasama ini,diharapkan semua petani dapat terlayani dengan pupuk bersubsidi secara maksimal.
Terakhir kata Rosmauli Nadiak, bagi petani yang belum terdaftar di e-rdkk boleh mengajukan untuk di daftarkan karena saat ini, aplikasi terbuka dalam update data petani setiap 1 x 4 Bulan diharapkan tetaplah berkoordinasi dengan PPL diwilayah dan para kios yang terdaftar. Dengan tertibnya administrasi penebusan pupuk bersubsidi yang tersistem tentunya kedepan petani tidak lagi cemas tidak dapat pupuk. Berjalannya sistem i-Pubers ini mudah mudah-mudahan petani bangkit,sejahtera dan mandiri" Tutupnya.(GT/red)




